Luk 4:31-37
Lewat sakramen baptis, Kita
dikukuhkan menjadi anak-anak Allah, anggota Gereja dan murid-murid Kristus.
Pada saat yang bersamaan kita menerima Roh Allah yang membuat kita menjadi
manusia baru yang hidup dalam persatuan dengan Yesus Kristus sehingga kita
tidak dikuasai lagi oleh roh duniawi yang membelenggu hidup kita. Sejak saat
itu, kita hidup bersama Roh Kudus yang selalu menuntun kita untuk dapat
memahami rencana Allah dalam hidup kita. Betapa indah dan dahsyatnya hidup di
dalam Roh, dimana setiap saat kita dapat merasakan dan menghayati selalu beraktivitas
bersama Allah. Menjadi orang Kristiani, kita tidak sendirian melainkan selalu
ada teman yang ajaib dan penuh kuasa yaitu Roh Kudus. Meskipun Dia tidak
kelihatan tapi nyata hadir dan penuh daya, kehadiran-Nya menghadirkan Allah
dalam diri kita yang rapuh dan fanah ini. Sedangkan setan dan kuasa roh jahat
hanya mempunyai ruang apabila kita tidak menghadirkan Allah dalam hidup kita.
Yesus tampil memukau di Nazaret,
kampung halamanNya. Semua mata tertuju padaNya, penuh keheranan karena melihat
Dia sebagai figur yang tampil penuh kuasa dan wibawa dalam kata dan karya.
Namun demikian, orang-orang di Nazareth sendiri mempertanyakan Yesus dan kuasa
yang dimilikiNya. Orang tua dan saudara-saudara Yesus dikenal di kalangan
mereka. Makanya ketika Ia tampil di Nazareth ada yang menerimaNya dengan baik,
ada yang menolak karena mereka heran dari mana kuasa itu diterima Yesus.
Hari ini, Penginjil Lukas coba
membawa kita kapada Allah yang benar, kudus dan penguasa segalanya di dalam
diri Yesus. Lukas mengisahkan bahwa Yesus meninggalkan Nazareth dan pergi ke
Galilea, tepatnya di Kapernaum, kampung halamannya Petrus. Di sana ia masuk di
dalam Sinagoga pada hari Sabat untuk mengajar. Sekali lagi di tempat ini Yesus
menunjukkan kuasa dan wibawaNya dalam setiap perkataan yang keluar dari mulutNya.
Semua orang di dalam Sinagoga itu takjub. Ternyata bukan hanya manusia, roh
jahat pun mengakuinya. Roh jahat ini melihat Yesus bukan hanya sebagai orang
Nazaret, melainkan Yang Kudus dari Allah dan dia tahu siapa Yesus. Dia
menyadari bahwa kuasa Yesus akan menghancurkannya. Ia pun berkata "Hai
Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau hendak
membinasakan kami?" (31-34). Yesus memerintahkan roh itu untuk diam dan
keluar dari orang itu. Ia pun menurutinya karena wibawa dan kuasa Yesus (35,
36). Yesus lebih berkuasa dari roh jahat yang menawan dan menindas orang itu.
Kuasa-Nya memerdekakan, kuasa-Nya mematahkan setiap belenggu manusia. Dia
datang untuk membebaskan orang-orang yang tertawan dan menderita (19. Kuasa-Nya
sanggup melepaskan kita dari dendam dan amarah yang tak terkendali. Kuasa-Nya
sanggup melepaskan kita dari cengkeraman dosa yang membelenggu hidup. Yesus di
sini menunjukkan kuasa-Nya atas kegelapan yang memberi pesan bahwa manusia
berpeluang masuk dalam Kerajaan Terang.
Kuasa Yesus ini mulai terlihat di
depan umum setelah dibaptis di Sungai Yordan. Ia sempat digoda iblis di padang
gurun tetapi Ia berhasil mengalahkannya. Dengan pengalaman kemenangan di padang
gurun, maka perlahan-lahan Yesus menunjukkan kuasaNya sebagai Putera Allah yang
dapat melenyapkan kuasa-kuasa jahat di dunia. Di dalam Sinagoga di Kapernaun,
Yesus mengusir roh jahat yang merasuki seseorang dan roh jahat itu taat kepada
Yesus ketika diusir keluar. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus memang berbeda
dengan para ahli Taurat yang menganggap diri bijaksana dalam mengajar Kitab Taurat.
Yesus memiliki kuasa yang tidak dapat disejajarkan dengan siapa pun dan kuasa
apa pun di dunia ini. Ia mengajar dengan kuasaNya sebagai Putera Allah.
Pertanyaan sederhana yang bisa kita
ajukan adalah: Mengapa Yesus selalu bisa mengusir setan? Jawaban atas
pertanyaan itu adalah bahwa Yesus tidak berdosa dan memiliki dosa yang melekat
pada-Nya. Setan selalu menggunakan dosa sekecil apa pun sebagai pijakan untuk
menguasai manusia. Seseorang yang murni hatinya dari dosa akan ditakuti oleh
setan. Seruan setan tentang siapa diri Yesus menjadi taktik bulusnya untuk
menjerat sisi kemanusiaan Yesus. Jika sedikit saja Yesus tergoda dan bangga
dengan gelar yang disampaikan oleh setan maka setan sudah mempunyai dasar yang
kuat untuk melawan Dia.
Untuk membentengi diri kita agar
terhindar dari setan maka dibutuhkan peran hati, namun hati yang murni akan
selalu menjadi incaran kuasa setan. Hati yang murni akan selalu mengganggu
upaya setan untuk menjerat jiwa-jiwa manusia karena itu, setan senantiasa
mencari berbagai cara untuk menipu manusia. Hati yang murni adalah merupakan
kebutuhan kita, namun sering kali di dalam hati kita tumbuh rasa segan untuk
bertobat dan membuat pengakuan dosa. Hati yang murni membutuhkan santapan
rohani tubuh dan darah Kristus, tetapi betapa sering muncul kesangsian atas
Sakramen Mahakudus bahkan disertai dengan kehilangan rasa hormat atas sumber
energi rohani ini. Hati yang murni membutuhkan pelayanan cinta sebagai jalan
untuk melayani Tuhan, namun betapa kita terganjal oleh rasa ingat diri yang
begitu berlebihan sehingga pelayanan kepada sesama hanya dilakukan kalau ada
kesempatan bahkan kalau perlu dialihkan saja kepada orang lain. Jika kita
selalu bersikap demikian, janganlah heran kalau hati kita senantiasa menjadi
incaran bahkan akan dikuasai oleh iblis.
Sabda Tuhan pada hari ini mengantar
kita untuk semakin percaya pada Yesus dan kuasaNya. Dia seharusnya menjadi
satu-satunya pribadi yang membuat kita terpesona dan takjub bahkan takzim kepadaNya.
Orang-orang yang mendengar-Nya saat itu terpesona dan mengalami hidup yang
sebenarnya. Kita juga hendaknya mawas diri bahwa roh-roh jahat juga masih
menguasai kehidupan kita. Oleh karena itu, kita harus selalu bercermin pada
pribadi Yesus, Dia menguasai setan karena Ia tidak pernah berdosa. Banyak kali
kita memang mengakui diri sebagai pengikut Kristus tetapi hidup kita masih
diliputi oleh kuasa-kuasa jahat yang mengendalikan diri kita sehingga kerap
kali kita jatuh dan jatuh pada dosa yang sama. Karenanya, kita butuh Roh Yesus
untuk melepaskan kita dari kuasa setan, karena pada prinsipnya Yesus selalu menghendaki
para pengikutNya hidup sebagai orang-orang merdeka. Kita semua diajak untuk
turut serta dalam perjuangan melawan kegelapan dunia dan secara pribadi kita
berusaha agar hidup kita dijiwai oleh Sabda Tuhan, dituntun oleh moral
Kristiani yang diwujudkan dalam pelayanan kasih kepada sesama. Kita juga harus
memiliki optimisme dan kekuatan dalam diri kita bahwa kita pun mampu menolak
iblis kalau kita terus menerus menyadari kedosaan kita dan mohon ampun pada
Tuhan seraya memohon rahmat dan belas kasih-Nya agar kita mampu mengalahkan
kegelapan dunia di zaman ini yang semakin kacau. ….Bernard Wadan…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar