Selasa, 01 September 2020

YESUS TAMPIL DENGAN KUASA YANG MENAKJUBKAN

Luk 4:31-37

 

            Lewat sakramen baptis, Kita dikukuhkan menjadi anak-anak Allah, anggota Gereja dan murid-murid Kristus. Pada saat yang bersamaan kita menerima Roh Allah yang membuat kita menjadi manusia baru yang hidup dalam persatuan dengan Yesus Kristus sehingga kita tidak dikuasai lagi oleh roh duniawi yang membelenggu hidup kita. Sejak saat itu, kita hidup bersama Roh Kudus yang selalu menuntun kita untuk dapat memahami rencana Allah dalam hidup kita. Betapa indah dan dahsyatnya hidup di dalam Roh, dimana setiap saat kita dapat merasakan dan menghayati selalu beraktivitas bersama Allah. Menjadi orang Kristiani, kita tidak sendirian melainkan selalu ada teman yang ajaib dan penuh kuasa yaitu Roh Kudus. Meskipun Dia tidak kelihatan tapi nyata hadir dan penuh daya, kehadiran-Nya menghadirkan Allah dalam diri kita yang rapuh dan fanah ini. Sedangkan setan dan kuasa roh jahat hanya mempunyai ruang apabila kita tidak menghadirkan Allah dalam hidup kita.

 

            Yesus tampil memukau di Nazaret, kampung halamanNya. Semua mata tertuju padaNya, penuh keheranan karena melihat Dia sebagai figur yang tampil penuh kuasa dan wibawa dalam kata dan karya. Namun demikian, orang-orang di Nazareth sendiri mempertanyakan Yesus dan kuasa yang dimilikiNya. Orang tua dan saudara-saudara Yesus dikenal di kalangan mereka. Makanya ketika Ia tampil di Nazareth ada yang menerimaNya dengan baik, ada yang menolak karena mereka heran dari mana kuasa itu diterima Yesus.

 

            Hari ini, Penginjil Lukas coba membawa kita kapada Allah yang benar, kudus dan penguasa segalanya di dalam diri Yesus. Lukas mengisahkan bahwa Yesus meninggalkan Nazareth dan pergi ke Galilea, tepatnya di Kapernaum, kampung halamannya Petrus. Di sana ia masuk di dalam Sinagoga pada hari Sabat untuk mengajar. Sekali lagi di tempat ini Yesus menunjukkan kuasa dan wibawaNya dalam setiap perkataan yang keluar dari mulutNya. Semua orang di dalam Sinagoga itu takjub. Ternyata bukan hanya manusia, roh jahat pun mengakuinya. Roh jahat ini melihat Yesus bukan hanya sebagai orang Nazaret, melainkan Yang Kudus dari Allah dan dia tahu siapa Yesus. Dia menyadari bahwa kuasa Yesus akan menghancurkannya. Ia pun berkata "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau hendak membinasakan kami?" (31-34). Yesus memerintahkan roh itu untuk diam dan keluar dari orang itu. Ia pun menurutinya karena wibawa dan kuasa Yesus (35, 36). Yesus lebih berkuasa dari roh jahat yang menawan dan menindas orang itu. Kuasa-Nya memerdekakan, kuasa-Nya mematahkan setiap belenggu manusia. Dia datang untuk membebaskan orang-orang yang tertawan dan menderita (19. Kuasa-Nya sanggup melepaskan kita dari dendam dan amarah yang tak terkendali. Kuasa-Nya sanggup melepaskan kita dari cengkeraman dosa yang membelenggu hidup. Yesus di sini menunjukkan kuasa-Nya atas kegelapan yang memberi pesan bahwa manusia berpeluang masuk dalam Kerajaan Terang.

 

            Kuasa Yesus ini mulai terlihat di depan umum setelah dibaptis di Sungai Yordan. Ia sempat digoda iblis di padang gurun tetapi Ia berhasil mengalahkannya. Dengan pengalaman kemenangan di padang gurun, maka perlahan-lahan Yesus menunjukkan kuasaNya sebagai Putera Allah yang dapat melenyapkan kuasa-kuasa jahat di dunia. Di dalam Sinagoga di Kapernaun, Yesus mengusir roh jahat yang merasuki seseorang dan roh jahat itu taat kepada Yesus ketika diusir keluar. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus memang berbeda dengan para ahli Taurat yang menganggap diri bijaksana dalam mengajar Kitab Taurat. Yesus memiliki kuasa yang tidak dapat disejajarkan dengan siapa pun dan kuasa apa pun di dunia ini. Ia mengajar dengan kuasaNya sebagai Putera Allah.

 

            Pertanyaan sederhana yang bisa kita ajukan adalah: Mengapa Yesus selalu bisa mengusir setan? Jawaban atas pertanyaan itu adalah bahwa Yesus tidak berdosa dan memiliki dosa yang melekat pada-Nya. Setan selalu menggunakan dosa sekecil apa pun sebagai pijakan untuk menguasai manusia. Seseorang yang murni hatinya dari dosa akan ditakuti oleh setan. Seruan setan tentang siapa diri Yesus menjadi taktik bulusnya untuk menjerat sisi kemanusiaan Yesus. Jika sedikit saja Yesus tergoda dan bangga dengan gelar yang disampaikan oleh setan maka setan sudah mempunyai dasar yang kuat untuk melawan Dia.

 

            Untuk membentengi diri kita agar terhindar dari setan maka dibutuhkan peran hati, namun hati yang murni akan selalu menjadi incaran kuasa setan. Hati yang murni akan selalu mengganggu upaya setan untuk menjerat jiwa-jiwa manusia karena itu, setan senantiasa mencari berbagai cara untuk menipu manusia. Hati yang murni adalah merupakan kebutuhan kita, namun sering kali di dalam hati kita tumbuh rasa segan untuk bertobat dan membuat pengakuan dosa. Hati yang murni membutuhkan santapan rohani tubuh dan darah Kristus, tetapi betapa sering muncul kesangsian atas Sakramen Mahakudus bahkan disertai dengan kehilangan rasa hormat atas sumber energi rohani ini. Hati yang murni membutuhkan pelayanan cinta sebagai jalan untuk melayani Tuhan, namun betapa kita terganjal oleh rasa ingat diri yang begitu berlebihan sehingga pelayanan kepada sesama hanya dilakukan kalau ada kesempatan bahkan kalau perlu dialihkan saja kepada orang lain. Jika kita selalu bersikap demikian, janganlah heran kalau hati kita senantiasa menjadi incaran bahkan akan dikuasai oleh iblis.

 

            Sabda Tuhan pada hari ini mengantar kita untuk semakin percaya pada Yesus dan kuasaNya. Dia seharusnya menjadi satu-satunya pribadi yang membuat kita terpesona dan takjub bahkan takzim kepadaNya. Orang-orang yang mendengar-Nya saat itu terpesona dan mengalami hidup yang sebenarnya. Kita juga hendaknya mawas diri bahwa roh-roh jahat juga masih menguasai kehidupan kita. Oleh karena itu, kita harus selalu bercermin pada pribadi Yesus, Dia menguasai setan karena Ia tidak pernah berdosa. Banyak kali kita memang mengakui diri sebagai pengikut Kristus tetapi hidup kita masih diliputi oleh kuasa-kuasa jahat yang mengendalikan diri kita sehingga kerap kali kita jatuh dan jatuh pada dosa yang sama. Karenanya, kita butuh Roh Yesus untuk melepaskan kita dari kuasa setan, karena pada prinsipnya Yesus selalu menghendaki para pengikutNya hidup sebagai orang-orang merdeka. Kita semua diajak untuk turut serta dalam perjuangan melawan kegelapan dunia dan secara pribadi kita berusaha agar hidup kita dijiwai oleh Sabda Tuhan, dituntun oleh moral Kristiani yang diwujudkan dalam pelayanan kasih kepada sesama. Kita juga harus memiliki optimisme dan kekuatan dalam diri kita bahwa kita pun mampu menolak iblis kalau kita terus menerus menyadari kedosaan kita dan mohon ampun pada Tuhan seraya memohon rahmat dan belas kasih-Nya agar kita mampu mengalahkan kegelapan dunia di zaman ini yang semakin kacau. ….Bernard Wadan…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar