Kamis, 27 Agustus 2020

Persekutuan Iman Dan Berkat Allah

 

1 Kor 1:1-9 & Mat 24:44-51

 

Persekutuan adalah gabungan orang-orang yang memiliki ikatan kepentingan yang sama. Kepentingan itu dapat dilihat dalam banyak hal, seperti kerja atau profesi yang sama, hobi dan minat yang sama, tujuan yang sama. Semangat dan perasaan hati dapat juga membentuk persekutuan, demikian juga dengan hal-hal lain yang memiliki kekuatan yang mempersekutukan.  

Dalam Kitab Suci disebutkan, akar dari persekutuan kristiani adalah kepemilikan yang sama, baik kepemilikan materiil maupun spiritual. Yang meteriil itu selalu disertai dengan yang spiritual (Rm 15:26-27; Fil 4:15-17). Namun dikatakan, persekutuan dalam hal-hal ilahi adalah dasar, sumber dan jiwa dari semua persekutuan yang terbentuk di antara umat kristiani. Ia  terarah kepada persekutuan dengan Tuhan.

St. Paulus memuji umat Korintus oleh karena dalam persekutuan iman Allah telah menganugerahi mereka karunia rohani yang sangat dibutuhkan. Karunia itu sangat berguna bagi mereka untuk saling menolong, meneguhkan dan menguatkan dalam perjalanan hidup, sambil mereka “menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus” (1 Kor 1:7). Saat penyataan Tuhan adalah saat Tuhan datang dalam kemuliaan-Nya dan mengikutsertakan mereka dalam kemuliaan-Nya.

Dalam Injil hari ini Yesus memperingati para pendengar-Nya: “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat 24:44). Waktu atau saatnya Tuhan itu adalah misteri dan berhadapan dengan misteri itu tidak ada hal yang dapat diandaikan, kecauli berjaga-jaga atau waspada.  

Agar bisa berjaga-jaga atau waspada, Yesus menunjukkan sikap yang mesti dimiliki, yaitu sikap seorang hamba yang setia dan bijaksana. Setiap waktu harus dihadapi sebagai saatnya Anak Manusia datang. Orang merasa wajib membuat hidupnya didapati dalam keadaan siap. Waktu tidak digunakan untuk melakukan kejahatan dan hidup menurut hawa nafsu (Mat 24: 49), melainkan dengan melakukan hal-hal yang diinginkan oleh Tuhan. Doa, kerja dan perbuatan cinta kasih adalah hal yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan dalam hidup ini.

Dan untuk menjadi seorang hamba Tuhan yang setia dan bijaksana, yang memelihara hidup dalam doa, kerja dan perbuatan cinta kasih sejalan dengan kehendak Tuhan sendiri, orang membutuhkan suatu persekutuan iman. Sebab melalui persekutuan itu, setiap anugerah yang diberikan kepada masing-masing orang digunakan untuk saling membantu dan menolong dalam menantikan saat datangnya Tuhan. Dalam persekutuan itu setiap orang disadarkan dan diingatkan agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan jahat dan hidup dalam kenikmatan yang membinasakan.

Persekutuan iman itu berkat besar yang dianugerahkan Tuhan. Ia adalah kekuatan yang membuat setiap orang beriman mampu menjaga dan memelihara iman dan hidupnya tetap di jalan Tuhan, meski berhadapan dengan godaan kenikmatan hidup menyesatkan dan menjerumuskan ke dalam berbagai tindakan kejahatan.

Baiklah kita memandang bahwa persekutuan iman itu adalah bagian penting dari tugas kita sebagai umat beriman. Ia adalah panggilan kita. Maka hendaknya kita tidak menaggap sepeleh, bersikap apatis dan tidak peduli pada kehidupan bersama sebagai  saudara dalam iman, melainkan merasa bertanggung jawab untuk menjaga dan memeliharanya sambil kita menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.  

Tuhan yang melihat kita bersatu dalam persekutuan iman dan saling menolong dalam menantikan kedatangnan-Nya akan mengikutsertakan kita dalam persekutuan persekutuan kekal dengan Dia dalam kemuliaan-Nya.***Apol Wuwur***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar