Jumat, 01 Mei 2020

INILAH ROTI YANG TELAH TURUN DARI SORGA


( Yoh 6 52 – 59 )
Setiap tanggal 01 Mei kita akan memperingati hati raya Santo Yosef Pekerja. Santo Yosef adalah suami Maria sebagai seorang tukang kayu. Pribadi Yosef adalah pekerjaan tangan mempunyai suatu dimensi ilahi, ia hanyalah seorang tukang kayu.  Darah bangsawannya mengalir dari Raja Daun leluhurnya yang begitu suci dan kesalehannya terlihat di dalam ketaatan pada kehendak Allah untuk menerima Maria sebagai istrinya, serta mendampingi dan membesarkan Yesus, Putera Allah yang menjadi manusia.  Namun sebenarnya pesta Santo Yosef telah di rayakan juga yakni pada tanggal 19 Maret.  Kerja meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Allah  dan memungkinkan manusia turut serta di dalam karya pencipta dan penyelamat Allah. Dengan dasar inilah gereja pada masa kepemimpinan Paus Pius XII menetapkan tanggal 01 Mei sebagai hari Raya Santo Yosef Pekerja, sekaligus menetapkan sebagai hari Buruh. Santo Yosef selanjutnya diangkat sebagai pelindung para karyawan/buruh yang bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Injil hari ini Yesus mau menegaskan kembali tentang Roti kehidupan. Roti kehidupan adalah salah satu proses pendewasaan iman para pendengarNya. Kalau sebelumnya mereka disuguhi berbagai karya spektakuler Allah dalam bentuk mujizat, sekarang mereka disajikan satu prombakan konsep tentang bagaimana Allah menjamin hidup mereka. Karena itu ajaran tentang roti hidup menjadi peneguhan, agar kekagumanitu berubah menjadi pilar utama di dalam bangunan rohani umat.
Seorang ibu akan berbuat apa saja untuk memelihara bayinya. Ia memandikan, menyusui, menyuapi makanan, menidurkannya, menjaganya dari gangguan dan sebagainya. Selanjutnya dengan bertambah usia, anak itu akan dilatih untuk dapat makan dan mandi sendiri.  Beranjak Remaja dan dewasa, si ibu menuntut agar anak itu hidup mandiri dan tak perlu menyusahkan orang lain kalau ia dapat menolong dirinya sendiri. Dan di saat ia sudah dewasa, si ibu sepenuhnya melepaskan tanggungjawabnya karena anak itu akan menyelenggarakan hidupnya sendiri. Namun semuanya itu tidak sedikit pengorbanan sang ibu.
Yesus sendiri rela pergi sebagai pelayan untuk menyiapkan tempat di rumah Bapa bagi siapa saja. Yesus senantiasa mengganggap dirinya sebagai hamba dan pelayan yang dating untuk melayani bukan untuk dilayani. Semangat dan inspirasinya dari Bapak St. Yosef kiranya membentuk kepribadian Yesus untuk gemar menjadi pelayandi hadapan Allah BapaNya. Bagaimana dengan kita ? Apakah kita takut direndahkan dan dianggap sebagai pelayan ? Yang tidak makan tubuh-Nya dan tidak minum darahnya, tidak menerima pemberian diri Yesus, dan tidak akan memiliki hidup. Ekaristi menjadi kenangan akan tubuh dan darah-Nya di dalam Komuni Suci.  Itulah simbol bahwa kita bahwa kita menerima pemberian diri Yesus. Kita menerima dan mengimani Yesus. Ketika Kristus sudah bertakta didalam diri seorang murid tidak berpikir dan bertindak dengan cara-cara yang bertentangan dengan kehendak Kristus. Ia bahkan selalu mencari dan memahami kehendak Kristus, karena kehendak Kristus itulah nafas hidupnya. Ketika Kristus sudah menjadi bagian dari diri kita, hudup kita otomatis bersaksi tentang kerajaan-Nya. Inilah Karya-karya besar Allah yang senantiasa kita imani dalam hidup kita, karya itu pada suatu sisi mengagumkan tetapi hendaknya juga mendorong kita akan bertumbuh dewasa.
( Yoh 6:52 – 59 ) Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.  Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.  Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.  Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."  Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.  ***JK Lejab***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar