(
Yoh 6 52 – 59 )
Setiap
tanggal 01 Mei kita akan memperingati hati raya Santo Yosef Pekerja. Santo
Yosef adalah suami Maria sebagai seorang tukang kayu. Pribadi Yosef adalah
pekerjaan tangan mempunyai suatu dimensi ilahi, ia hanyalah seorang tukang kayu.
Darah bangsawannya mengalir dari Raja
Daun leluhurnya yang begitu suci dan kesalehannya terlihat di dalam ketaatan
pada kehendak Allah untuk menerima Maria sebagai istrinya, serta mendampingi
dan membesarkan Yesus, Putera Allah yang menjadi manusia. Namun sebenarnya pesta Santo Yosef telah di
rayakan juga yakni pada tanggal 19 Maret. Kerja meningkatkan harkat dan martabat manusia
sebagai ciptaan Allah dan memungkinkan
manusia turut serta di dalam karya pencipta dan penyelamat Allah. Dengan dasar
inilah gereja pada masa kepemimpinan Paus Pius XII menetapkan tanggal 01 Mei
sebagai hari Raya Santo Yosef Pekerja, sekaligus menetapkan sebagai hari Buruh.
Santo Yosef selanjutnya diangkat sebagai pelindung para karyawan/buruh yang
bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Injil
hari ini Yesus mau menegaskan kembali tentang Roti kehidupan. Roti kehidupan
adalah salah satu proses pendewasaan iman para pendengarNya. Kalau sebelumnya
mereka disuguhi berbagai karya spektakuler Allah dalam bentuk mujizat, sekarang
mereka disajikan satu prombakan konsep tentang bagaimana Allah menjamin hidup
mereka. Karena itu ajaran tentang roti hidup menjadi peneguhan, agar
kekagumanitu berubah menjadi pilar utama di dalam bangunan rohani umat.
Seorang
ibu akan berbuat apa saja untuk memelihara bayinya. Ia memandikan, menyusui,
menyuapi makanan, menidurkannya, menjaganya dari gangguan dan sebagainya.
Selanjutnya dengan bertambah usia, anak itu akan dilatih untuk dapat makan dan
mandi sendiri. Beranjak Remaja dan dewasa,
si ibu menuntut agar anak itu hidup mandiri dan tak perlu menyusahkan orang
lain kalau ia dapat menolong dirinya sendiri. Dan di saat ia sudah dewasa, si
ibu sepenuhnya melepaskan tanggungjawabnya karena anak itu akan
menyelenggarakan hidupnya sendiri. Namun semuanya itu tidak sedikit pengorbanan
sang ibu.
Yesus
sendiri rela pergi sebagai pelayan untuk menyiapkan tempat di rumah Bapa bagi
siapa saja. Yesus senantiasa mengganggap dirinya sebagai hamba dan pelayan yang
dating untuk melayani bukan untuk dilayani. Semangat dan inspirasinya dari
Bapak St. Yosef kiranya membentuk kepribadian Yesus untuk gemar menjadi
pelayandi hadapan Allah BapaNya. Bagaimana dengan kita ? Apakah kita takut
direndahkan dan dianggap sebagai pelayan ? Yang tidak makan tubuh-Nya dan tidak
minum darahnya, tidak menerima pemberian diri Yesus, dan tidak akan memiliki
hidup. Ekaristi menjadi kenangan akan tubuh dan darah-Nya di dalam Komuni
Suci. Itulah simbol bahwa kita bahwa
kita menerima pemberian diri Yesus. Kita menerima dan mengimani Yesus. Ketika
Kristus sudah bertakta didalam diri seorang murid tidak berpikir dan bertindak
dengan cara-cara yang bertentangan dengan kehendak Kristus. Ia bahkan selalu
mencari dan memahami kehendak Kristus, karena kehendak Kristus itulah nafas
hidupnya. Ketika Kristus sudah menjadi bagian dari diri kita, hudup kita otomatis
bersaksi tentang kerajaan-Nya. Inilah Karya-karya besar Allah yang senantiasa
kita imani dalam hidup kita, karya itu pada suatu sisi mengagumkan tetapi
hendaknya juga mendorong kita akan bertumbuh dewasa.
( Yoh 6:52 – 59 ) Orang-orang Yahudi
bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat
memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan
minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum
darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada
akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah
benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum
darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan
Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup
oleh Aku. Inilah roti yang telah turun
dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah
mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya." Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum
ketika Ia mengajar di rumah ibadat. ***JK
Lejab***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar