Senin, 25 Mei 2020

KEKUATAN DOA MENEGUHKAN IMAN KITA


KIS 20:17-27; YOH 17:1-11a
Perkembangan zaman saat ini semakin canggih, maju dan modern, dimana nilai-nilai universal yang mengatur hidup bersama dan menjaga martabat hidup manusia dan lingkungannya serasa dijungkirbalikan, bahkan nilai-nilai kebajikan hidup Kristiani semakin tidak nampak dan diabaikan sehingga kita serasa kehilangan orientasi hidup. Hal yang kita rasakan sekarang bahwa zaman ini menawarkan berbagai bentuk persaingan, kompromi dan kenikmatan duniawi lainnya. Sebagai murid-murid Kristus kita diharuskan untuk melakukan evaluasi dan introspeksi diri terhadap orientasi hidup, pelayanan dan kesaksian hidup nyata kita. Untuk meningkatkan hidup iman dan kesetiaan kita kepada Allah, bacaan suci hari ini menampilkan dua tokoh inspiratif yang menginspirasi kita untuk selalu mempersembahkan seluruh hidup dan pelayanan kita kepada Allah. dua tokoh inspiratif itu yakni St. Paulus dan Yesus.

Kita bisa belajar dari kesetiaan dan ketekunan dari Paulus yang digambarkan dalam bacaan pertama hari ini, dimana Paulus memiliki konsep pelayanan yang amat jelas. Ia tidak ragu sedikit pun akan panggilannya sebagai pewarta Injil, meskipun itu berarti ia akan berhadapan dengan penolakan, penderitaan dan kematian sekalipun. Dalam misi pewartaannya, ia tidak hanya ingin menyenangkan teling pendengarnya, namun tujuannya selalu jelas supaya orang bertobat dan percaya kepada Yesus. Itulah sebabnya, ia memberitakan Injil, baik kepada orang Yunani yang tidak mengenal Allah maupun kepada orang-orang Yahudi yang ingin membunuhnya. Untuk merebut hati umat yang dilayaninya, Ia selalu tekun dalam doa dan pengajaran. Ia bahkan berani berkata bahwa ia telah memberitakan Injil kepada semua orang baik yang diselamatkan maupun yang akan binasa. Paulus sangat berorientasi pada tujuan akhir, yaitu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Yesus Kristus kepadanya. Paulus dalam setiap pelayanannya tidak sedikit pun bermaksud mencari popularitas diri, kedudukan, pengakuan atau pun mencari kekayaan. 
Namun, motivasi Paulus adalah untuk menyenangkan Tuhan dengan cara mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah dan bukan oleh ambisi pribadinya. Paulus memusatkan hidupnya pada Kristus agar Yesus Kristus semakin dimuliakan dan dikenal oleh banyak orang. Sikap hidup Paulus ini kiranya menjadi panutan bagi kita semua, meskipun kita bukan biarawan/biarawati, katekis, guru agama atau agen-agen pastoral lainnya, tetapi hidup kita harus berpusatkan pada Kristus, kiranya menjadi kerinduan kita semua. Tidak bisa kita pungkiri bahwa menjadi saksi Kristus kita akan mengalami sekian banyak tantangan dan resiko, namun Paulus telah membuka jalan dan telah membangkitkan semangat kita semua untuk tetap bertahan.

Injil hari ini menggambarkan satu teladan istimewa yang dipraktekkan oleh Yesus yakni mendoakan dan menyerahkan murid-muridNya kepada Allah Bapa-Nya agar mereka tetap bersatu. Doa Yesus ini dianggap doa teragung yang dicatat di dalam Alkitab. Di dalam doa-Nya, Yesus menyatakan bahwa Ia telah memuliakan Allah Bapa melalui hidup dan karya-Nya di dunia, namun saat kematian-Nya telah tiba. Bila sebelumnya Yesus telah memuliakan Bapa melalui hidup dan ketaatan-Nya kepada Bapa, maka saat itu Ia berdoa agar dapat memuliakan Bapa juga di dalam kematian-Nya.

Injil yang didaraskan hari ini menjelaskan doa pokok doa syafat Yesus. Pertama, di dalam permulaan doa-Nya Yesus berdoa bagi diri-Nya sendiri. Hal ini tidak berarti bahwa Yesus sangat egois, karena sesungguhnya Ia menunjukkan semua itu bagi kemuliaan Bapa-Nya. Yesus sendiri dimuliakan melalui karya-Nya di kayu salib (Yoh 17:2-3). Ia melakukan karya salib karena kehendak-Nya sendiri dengan menyampingkan kemuliaan kekal yang Dia miliki demi menyelamatkan dosa umat manusia. Melalui karya salib, Yesus menjadi jalan eksklusif menuju hidup kekal, dan hidup kekal ini ditemukan melalui pengenalan akan Allah yang dinyatakan dalam diri Yesus sendiri. Di sini kita dapat melihat keakraban Yesus dengan Allah Bapa di dalam doa-Nya ini. Melalui karya salib-Nya, Yesus memungkinkan para pengikut-Nya di masa sekarang untuk ikut ambil bagian menikmati keakraban dengan Allah Bapa. Sebab itu, kita harus memanfaatkan setiap waktu kita untuk membangun relasi komunikasi dengan Allah untuk menikmati keakraban dengan Bapa seperti yang dilakukan Yesus dalam doa-Nya. Namun yang perlu kita perhatikan bahwa keakraban dengan Allah sebagai Bapa merupakan hak istimewa yang seharusnya membuat kita semakin menghormati Dia sebagai sumber dan asal tujuan hidup kita.

Pokok doa kedua dari doa syafat Yesus kepada Bapa adalah permohonan untuk para murid-Nya. Yesus berdoa kepada Bapa agar Ia memlihara para murid karena mereka telah menjadi milik Yesus dalam kasih Bapa. Yesus menghendaki agar para murid hidup dalam persatuan dan setia mewartakan sabda Tuhan. Dalam doa-Nya, Yesus memberitahukan nama Allah kepada murid-murid-Nya, artinya para murid dapat mengenal kemuliaan Bapa karena Yesus telah menyatakan semua itu melalui hidup, karya pewartaan dan salib-Nya. Para murid percaya bahwa Yesus berasal dari Bapa dan Bapalah yang telah mengutus-Nya ke dunia untuk melaksanakan misi keselamatan bagi mereka. Yesus telah memelihara para murid-Nya dan tidak seorang pun dari mereka yang binasa, kecuali yang telah ditentukan untuk binasa. Sekarang Yesus akan kembali kepada Bapa, tetapi murid-murid dan mereka yang percaya kepada-Nya masih tinggal di dunia untuk meneruskan misi pewartaan-Nya. Karena itu, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya untuk menganugerahkan rahmat pemeliharaan atas para murid-Nya.

Dalam doa-Nya, Yesus tidak berdoa bagi dunia, tetapi bagi milik-Nya, karena Dia ingin agar mereka semua terjamin pasti dalam hubungan persatuan dengan Allah sehingga hidup mereka penuh dengan sukacita dan mereka dapat disiapkan untuk meneruskan misi pewartaan Yesus bagi dunia ini. Doa Yesus ini, membentangkan kasih Yesus dan Allah yang luar biasa besar bagi para pengikut-Nya, juga keajaiban rencana-Nya bagi semua orang beriman.

Paulus telah merintis jalan pewartaan dengan kelemah-lembutan untuk memenangkan hati musuh-musuhnya. Sebelum ia berangkat ke Yerusalem dalam misi pewartaan untuk memperkenalkan Yesus, ia menasihati dan mendorong para penatua  di Efesus untuk menjaga dan mengembangkan iman umat agar mereka senantiasa setia dan waspada terhadap pengaruh orang-orang Yahudi dan Yunani yang anti Kristus. Sedangkan Yesus mendoakan murid-murid-Nya untuk tetap hidup dalam persekutuan kasih agar setia mewartakan kasih Allah di dunia. Kehidupan doa yang teratur memungkinkan kita hidup dalam persekutuan bersama Allah sehingga kita menjadi saksi dan pewarta sabda kasih Allah untuk membawa semua orang ke jalan pertobatan. Doa Yesus ini menunjukkan perhatian dan kepedulian-Nya bagi kita semua murid-murid-Nya yang percaya pada masa kini. Agar kita dapat menjadi penerus pewarta Injil-Nya bagi dunia, maka kita membutuhkan penyertaan dan perlindungan dari Allah Bapa.  
Dua tokoh inspiratif hari ini menginspirasi kita agar kita setia dalam panggilan hidup kita masing-masing seraya terus bersaksi mengemban misi keselamatan yang dipercayakan Yesus kepada kita semua oleh karena pembaptisan yang telah memeterai kita. Doa Yesus bagi para murid-Nya memberi teladan bagi kita semua untuk selalu menghidupi kebiasaan doa dari waktu ke waktu karena doa pada dirinya memiliki kekuatan dahsyat untuk membantu kita keluar dari tantangan hidup yang kita hadapi. Di tengah pandemi covid-19 ini, kita semua diajak untuk menggalakan doa secara perorangan atau secara berjemaah untuk memohon rahmat pembebasan dari Allah agar kita terhindar dan dijauhkan dari virus mematikan ini. Tuhan Yesus sendiri telah memberikan contoh dan teladan istimewa yakni mendoakan para murid-Nya, karena itu, kita juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendoakan para pasien yang sedang mendapatkan perawatan medis, kita juga berdoa bagi keselamatan sama saudara kita yang tengah dirawat akibat terkena virus corona. Semoga Tuhan senantiasa menyertai kita semua agar terbebas dari wabah mematikan ini. Amin....**bw**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar