Yoh 3 : 7-15
Di
tempat saya ada misionaris dari Eropa
dan Amerika yang berkerja membantu masyarakat Desa disaat kami masih kecil.
Para misionaris ini sungguh-sungguh sangat menyatuh dengan masyarakat setempat.
Mereka belajar, bekerja dan pada
akhirnya bahasa setempat juga fasih dalam berbicara. Mereka hidup menurut tata sopan santun serta
bagaimana beradaptasi dengan keadaan daerah setempat. Namun dengan adanya
budaya setempat bagaimana misionar menyampaikan pedoman-pedoman iman dan moral
untuk memperbaiki yang salah di dalam masyarakat setempat. Ada dua prinsip yang
berjalan serentak yakni Nilai-nilai dan tradisi lokal yang baik di pertahankan
dan ajaran Kristiani ditambahkan. Dengan demikian terbentuklah warga Kristiani lokal.
Bacaan
hari ini menegaskan bahwa Yesus berasala dari Surga. Dia datang ke dunia untuk
berbicara tentang hal-hal di rurgawi. Pewartaannya menggambarkan segala hal
surgawi. Yesus menggambarkan Roh yang merupakan kenyataan surgawi, seperti angin
yang dapat dialami dunia. Yesus menggambarkan kehidupan baru dalam Roh, seperti
orang yang dilahirkan. Yesus menggambarkan salibNya yang akan membawa semua
orang yang percaya, masuk dalam keselamatan surga, seperti ular tembaga yang di
tinggikan oleh Musa yang menyelematakan orang-orang Israel di padang gurun. Melalui tanda-tanda duniawi, Yesus memberikan
gambaran hal-hal surgawi.
Siapa
yang mengenal Bapa Nikodemus yang adalah seorang pengajar bangsa Israel, karena
itu ia berasal dari kalangan terdidik. Karena Iman dan kehidupan sosial tak
terpisahkan dalam komunitas Yahudi, bisa dipastikan bahwa Nikodemus terlibat
dalam studi intensip tentang Taurat Musa Dan kitab Para Nabi. Demikian juga
rekaman-rekaman sejarah bangsa Israel yang selalu dilihat dalam kerangka
rencana keselamatan. Semuanya dapat didefinisikan sebagai upaya untuk mengenal
Allah. Nikodemus mengenal Allah sebagai sebuah hasil studi dan refleksi, sementara Yesus mengenal
Allah sebagai pribadi yang melekat pada Bapa itu sendiri. Karena itu Yesus
berani secara tak langsung mengatakan ,
bahwa karunia semacam itu hanya diberikan kepada mereka yang memang turun dari
surga. Itu berarti Yesus turun dari surga dan memiliki pengenalan yang unik
tentang hakekat Bapa surgawi. Tidak ada orang yang tidak ingin mengenal Bapa.
Itu alasan mengapa kita beriman. Namun proses pengenalan Allah bervariasi dari
orang ke orang, tergantung pada kerelaan, kehendak bebas dan kemauan untuk
merenung dalam kerendahan hati. Jika orang tidak rendah hati, ia tenggelam
dalam kekuatan intelektualnya semaya-mata dan akhirnya tidak mengakui peranan
Tuhan. Nikodemus menunjukan kerendahan hatinya.
Saat-saat
perpisahan tiba, Yesus akan meninggalkan dunia fana. Para murid pasti
menyaksikan dengan hati pedih. Tetapi mereka diberi semangat oleh Yesus, bahwa
dalam namaNya mereka akan melakukan mujizat-mujizat seperti yang telah Dia
lakukan. Dengan dasar itu Para murid akan mendapat kombinasi dua kekuatan yang
Ilahi dan yang manusiawi. Mereka akan membentuk komunitas manusiawi dengan
wajah baru menurut ajaran Yesus. Peristiwa
kenaikan ke surga mengakhiri periode Pelayanan Yesus dalam wujud manusia, di
tengah umat manusia. Dengan itu peristiwa tugas Pewartaan Firman Tuhan beralih
ketangan para rasul. Para rasul bukanlah pribadi Ilahi yang berirkarnasi
menjadi manusia. Mereka manusia yang ditempah khusus untuk bertindak atas nama Kristus,
demi pengembangan kerajaan Allah. “Kamulah saksi-saksi dari semua ini”. Kta Yesus. Dengan demikian, para rasul bekerja
dalam daya dan kreativitas manusiawi tetapi di tuntun oleh Roh Kudus. Merayaka
kenaikan Yesus ke Surga berarti merayakan kepenuhan dimensi kamusiaan Yesus. Ia
telah hidup sebagai manusia, kini Ia
disempurnakan dalam kemuliaan Allah karena kesetiaannya. Karena itu perayaan
kenaikan juga bernuansa harapan, karena setiap orang beriman yang setia akan
mendapatkan kemuliaan seperti yang telah dianugerahkan kepada Yesus. Nikodemus
menunjukan kerendahan hatinya walau ia seorang intelektual sehingga diujung
perjalanan nanti, Nikodemus akan masuk dalam bilangan murid Tuhan.
( Yoh 3:7 -15 ) Janganlah engkau heran, karena
Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia
mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia
datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang
lahir dari Roh." Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin
hal itu terjadi?" Jawab Yesus:
"Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami
berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang
kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata
dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku
berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke
sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di
padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya
setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Bagaimana perjuangan anda
untuk mengenal Tuhan secara lebih personal ? Semoga bermanfaat. ***JK
Lejab***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar