Jumat, 22 Mei 2020

DIA YANG TELAH TURUN DARI SORGA, YAKNI ANAK MANUSIA


Yoh 3 : 7-15
Di tempat saya ada misionaris  dari Eropa dan Amerika yang berkerja membantu masyarakat Desa disaat kami masih kecil. Para misionaris ini sungguh-sungguh sangat menyatuh dengan masyarakat setempat. Mereka belajar, bekerja  dan pada akhirnya bahasa setempat juga fasih dalam berbicara.  Mereka hidup menurut tata sopan santun serta bagaimana beradaptasi dengan keadaan daerah setempat. Namun dengan adanya budaya setempat bagaimana misionar menyampaikan pedoman-pedoman iman dan moral untuk memperbaiki yang salah di dalam masyarakat setempat. Ada dua prinsip yang berjalan serentak yakni Nilai-nilai dan tradisi lokal yang baik di pertahankan dan ajaran Kristiani ditambahkan. Dengan demikian terbentuklah warga Kristiani lokal.

Bacaan hari ini menegaskan bahwa Yesus berasala dari Surga. Dia datang ke dunia untuk berbicara tentang hal-hal di rurgawi. Pewartaannya menggambarkan segala hal surgawi. Yesus menggambarkan Roh yang merupakan kenyataan surgawi, seperti angin yang dapat dialami dunia. Yesus menggambarkan kehidupan baru dalam Roh, seperti orang yang dilahirkan. Yesus menggambarkan salibNya yang akan membawa semua orang yang percaya, masuk dalam keselamatan surga, seperti ular tembaga yang di tinggikan oleh Musa yang menyelematakan orang-orang Israel di padang gurun.  Melalui tanda-tanda duniawi, Yesus memberikan gambaran hal-hal surgawi.

Siapa yang mengenal Bapa Nikodemus yang adalah seorang pengajar bangsa Israel, karena itu ia berasal dari kalangan terdidik. Karena Iman dan kehidupan sosial tak terpisahkan dalam komunitas Yahudi, bisa dipastikan bahwa Nikodemus terlibat dalam studi intensip tentang Taurat Musa Dan kitab Para Nabi. Demikian juga rekaman-rekaman sejarah bangsa Israel yang selalu dilihat dalam kerangka rencana keselamatan. Semuanya dapat didefinisikan sebagai upaya untuk mengenal Allah. Nikodemus mengenal Allah sebagai sebuah hasil  studi dan refleksi, sementara Yesus mengenal Allah sebagai pribadi yang melekat pada Bapa itu sendiri. Karena itu Yesus berani secara tak langsung  mengatakan , bahwa karunia semacam itu hanya diberikan kepada mereka yang memang turun dari surga. Itu berarti Yesus turun dari surga dan memiliki pengenalan yang unik tentang hakekat Bapa surgawi. Tidak ada orang yang tidak ingin mengenal Bapa. Itu alasan mengapa kita beriman. Namun proses pengenalan Allah bervariasi dari orang ke orang, tergantung pada kerelaan, kehendak bebas dan kemauan untuk merenung dalam kerendahan hati. Jika orang tidak rendah hati, ia tenggelam dalam kekuatan intelektualnya semaya-mata dan akhirnya tidak mengakui peranan Tuhan. Nikodemus menunjukan kerendahan hatinya.

Saat-saat perpisahan tiba, Yesus akan meninggalkan dunia fana. Para murid pasti menyaksikan dengan hati pedih. Tetapi mereka diberi semangat oleh Yesus, bahwa dalam namaNya mereka akan melakukan mujizat-mujizat seperti yang telah Dia lakukan. Dengan dasar itu Para murid akan mendapat kombinasi dua kekuatan yang Ilahi dan yang manusiawi. Mereka akan membentuk komunitas manusiawi dengan wajah baru menurut ajaran Yesus.  Peristiwa kenaikan ke surga mengakhiri periode Pelayanan Yesus dalam wujud manusia, di tengah umat manusia. Dengan itu peristiwa tugas Pewartaan Firman Tuhan beralih ketangan para rasul. Para rasul bukanlah pribadi Ilahi yang berirkarnasi menjadi manusia. Mereka manusia yang ditempah khusus untuk bertindak atas nama Kristus, demi pengembangan kerajaan Allah. “Kamulah saksi-saksi dari semua ini”.  Kta Yesus. Dengan demikian, para rasul bekerja dalam daya dan kreativitas manusiawi tetapi di tuntun oleh Roh Kudus. Merayaka kenaikan Yesus ke Surga berarti merayakan kepenuhan dimensi kamusiaan Yesus. Ia telah hidup sebagai manusia,  kini Ia disempurnakan dalam kemuliaan Allah karena kesetiaannya. Karena itu perayaan kenaikan juga bernuansa harapan, karena setiap orang beriman yang setia akan mendapatkan kemuliaan seperti yang telah dianugerahkan kepada Yesus. Nikodemus menunjukan kerendahan hatinya walau ia seorang intelektual sehingga diujung perjalanan nanti, Nikodemus akan masuk dalam bilangan murid Tuhan.

( Yoh 3:7 -15 ) Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?"  Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?  Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.  Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?   Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.  Bagaimana perjuangan anda untuk mengenal Tuhan secara lebih personal ? Semoga bermanfaat.  ***JK Lejab***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar