Minggu, 17 Mei 2020

BERKAT DALAM TANTANGAN


Kis 16:11-15 & Yoh 15:26-16:4a
Agama Katolik diketahui masuk pertama di Kabupaten Lembata melalui kampung Lamalera. Sebuah kampung yang terletak di selatan pulau Lembata. Kurang lebih 80 Km jaraknya dari pusat kota Lewoleba. Dalam sejarah Katolik pulau Lembata, kita mengetahui bahwa embrio agama Katolik dibawa oleh dua imam Jesuit yakni Pater C. Ten Brink dan Pater Y. De Vries pada tahun 1886. Satu peristiwa besar yang menandai masuknya agama Katolik di Lamalera adalah dipermandikannya 125 anak pada tanggal 8 dan 9 Juni 1886 (https://beraona.wordpress.com). Walaupun mengalami tantangan terutama soal tenaga imam yang melaksanakan penyiaran agama, kenyataannya agama Katolik dapat diterima dan “beranak pinak” di kampung tersebut. Dari Lamalera, agama Katolik kemudian menyebar ke seluruh pelosok wilayah Lembata. Selain misionaris Serikat Sabda Allah (SVD), patut dicatat bahwa melalui “tangan dingin” para guru agama dari kampung Lamalera, agama Katolik dapat menjejakkan eksistensinya di kampung-kampung lain dalam pulau Lembata. Memang betul kesuksesan itu biasanya diawali dari sebuah perjuangan dan pengorbanan. Para guru agama Katolik ini rela berjalan kaki dari satu kampung ke kampung yang lain dengan jarak yang sangat jauh. Tentu dengan melintasi kondisi jalan yang tidak sebaik sekarang. Mereka harus menerobos hutan dan menghindari binatang buas. Tidak jarang mereka tidur di pinggir jalan / hutan untuk berdamai dengan gelapnya malam. Atau sekedar melepas penat. Kehadiran mereka di kampung-kampung juga tidak selamanya berjalan mulus. Mereka harus bertahan dari berbagai keterbatasan dan mengalami penolakan dari warga setempat. Tetapi mereka tidak putus asa dan tetap memberi warta Injil bagi semua orang yang belum mengenal Yesus Kristus. Berkat perjuangan dan pengorbanan mereka, semakin banyak orang yang mengenal dan mengikuti Yesus Kristus. Hingga kini agama Katolik menjadi salah satu agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Kabupaten Lembata.

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus menjanjikan roh kebenaran yang datang dari Bapa-Nya. Yesus memang akan pergi dari dunia tetapi roh kebenaran itu akan datang untuk bersaksi tentang Allah dan Yesus. Roh kebenaran itu yang kita kenal dengan roh kudus. Ia akan datang bukan saja bersaksi tentang Allah tetapi juga mendampingi para murid agar mereka menjadi lebih matang dan berani. Roh kudus itu yang membuat para murid memiliki wawasan luas akan Sabda Allah. Ditambah dengan kemampuan teknis untuk mengadakan mukjizat atau tanda-tanda heran. Dan mereka akan dipacu untuk terus bersaksi sehingga semakin banyak orang yang percaya kepada Yesus. Dalam perjalanannya ke Makedonia, Paulus bersama kawan-kawannya menyinggahi satu kota yang bernama Filipi. Ia memberitakan Injil di situ dan membawa seorang perempuan, bernama Lidia untuk mengenal dan percaya kepada Yesus. Lidia adalah seorang pengusaha kain yang memiliki status sosial ekonomi yang mapan. Berkat warta St. Paulus, ia dan keluarganya menjadi percaya dan kemudian dibaptis dalam nama Yesus. Untuk membuktikan kepercayaannya itu, ia mengajak Paulus dan para rasul yang lain untuk datang dan menginap di rumahnya  (Kis 16: 14-15).
           
Menjadi rasul dan murid Yesus itu tidak semudah yang kita ucapkan. Yesus sudah memprediksi bahwa para murid-Nya akan menghadapi banyak badai. Badai itu berupa aneka tantangan yang tidak saja menghambat karya misioner tetapi juga mengancam nyawa mereka. Banyak musuh Kristus yang datang dengan membawa nama Allah. Orang-orang itu mengira bahwa para rasul dan murid adalah musuh Allah. Tetapi secara faktual, mereka sesungguhnya adalah musuh Allah. Mereka akan melakukan kekerasan dan kejahatan dengan membawa nama Tuhan. Hal itu mereka lakukan karena mereka tidak mengenal Allah dan Yesus. Para rasul dan murid akan mengalami penindasan, penganiayaan, dan bahkan mereka akan kehilangan nyawa dalam nama Yesus. Stefanus telah membuktikan kesetiaannya kepada Yesus dengan mengorbankan nyawanya (Kis 7:54-60). Ia menjadi martir pertama yang tidak takut dan gentar ketika berbicara atas nama Allah yang ia sembah. Stefanus telah dirasuki dan dibimbing oleh roh kebenaran untuk menjadi saksi Kristus yang handal di tengah dunia.
           
Oleh semua tantangan yang dihadapi oleh para rasul, Yesus mengutus roh kebenaran dari sang Bapa agar mereka semua diteguhkan dan dikuatkan. Roh kebenaran (Roh Kudus) akan menuntun para murid untuk berbicara atas nama kebenaran. Mereka akan fasih berbicara dalam segala bahasa dan membuat banyak tanda heran. Semua orang akan menjadi heran dan kagum atas mereka. Banyak orang akan bertobat dan memberi diri mereka dibaptis. Sekian banyak orang dari hari ke hari akan menyatakan diri mereka bergabung dalam nama Yesus. Seiring dengan itu, roh kebenaran juga menguatkan para rasul dan murid agar mereka tidak takut dengan segala ancaman dan bahaya. Bahkan ketika harus menyerahkan nyawa sekali pun, mereka dengan sukarela menyongsong kematian itu. Darah mereka yang tertumpah adalah pupuk yang menyuburkan benih-benih panggilan. Semakin banyak darah yang tertumpah oleh karena nama Yesus, semakin banyak pula orang yang tergerak untuk percaya dan  berjalan dalam nama Allah dan Yesus.
           
Hidup dalam tantangan tidak selamanya menghanyutkan dan menghancurkan panggilan hidup seseorang. Justru sebaliknya, semakin menguatkan, meneguhkan dan membawa hasil berlipat ganda. Pengalaman para guru agama dari kampung Lamalera yang menjadi pewarta Injil dari kampung ke kampung menjadi inspirasi bagi kita sebagai seorang murid di masa ini. Walau menghadapi banyak tantangan mereka tidak pernah mundur setapak pun. Dan seperti pengalaman para jemaat perdana yang senantiasa dinaungi roh kudus, para guru agama tersebut juga selalu dilindungi, dibimbing dan dituntun oleh roh kebenaran tersebut. Tidak heran, sepak terjang mereka sebagai lokomotif karya pelayanan Allah pada saat itu telah membawa begitu banyak orang menjadi pengikut Kristus. Mereka adalah para saksi Kristus yang tetap dikenang sepanjang masa.

Kita juga menghadapi pelbagai tantangan dengan menjadi seorang murid Kristus di era ini. Walaupun model tantangan itu tidak sama persis dengan yang dihadapi oleh para jemaat perdana dan para guru agama Katolik dari kampung Lamalera. Tetapi konsekuensi menjadi seorang murid Yesus dengan segala tantangannya di masa ini tetap menjadi sesuatu yang niscaya kita hadapi. Kita dituntut untuk tetap bertahan dalam tantangan. Karena hanya dengan demikian, iman kita semakin ditantang untuk menjadi hidup dalam tantangan itu. Kita percaya bahwa roh kebenaran itu juga selalu menjadi pendamping setia hidup kita. Roh kebenaran akan memampukan agar kita lebih matang dan berani menghadapi pelbagai tantangan yang mengancam hidup iman kita. Bahaya Rasionalisme, materialisme, dan hedonisme adalah sederet virus zaman ini yang bisa saja menyeret kita keluar dari iman akan Allah dan Yesus. Dan virus teranyar yang sementara kita hadapi adalah virus Corona (Covid 19). Virus ini tidak hanya mengancam kesehatan jiwa dan raga seluruh umat manusia. Tetapi mengancam keselamatan hidup manusia di segala lini kehidupan. Termasuk hidup iman kita akan Allah. Semoga di masa pandemi Covid-19 ini, kita tetap dikuatkan dan diteguhkan oleh roh kebenaran untuk menghadapi segala tantangan yang mengancam kehidupan iman kita. Kita percaya bahwa di balik segala tantangan yang kita hadapi, ada berkat Tuhan yang akan selalu menaungi hidup kita. Semoga. Tuhan memberkati. ***Atanasius KD Labaona***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar