Selasa, 19 Mei 2020

TETAP TEGUH HATI


Kis 17:15,22 – 18:1 dan Yoh 16:12-15
Pengalaman mengalami penolakan merupakan sebuah pengalaman yang sungguh tidak mengenakan. Ada banyak pengalaman demikian yang mungkin saja pernah kita alami. Kita ditolak untuk menentukan pilihan hidup sendiri, ditolak masuk dalam rumah dengan alasan tertentu, ditolak untuk masuk bekerja dalam sebuah institusi atau organisasi, ditolak untuk menyampaikan pendapat, ditolak untuk menyampaikan kebenaran, dan masih banyak lagi pengalaman penolakan yang kita rasakan. Rasa kecewa, sakit hati, marah pasti menyelimuti hati kita sebagai seorang manusia. Bahkan ada orang yang sungguh-sungguh bekerja, berjuang dan berkorban, tetapi apa yang ia dapatkan tidak sebanding dengan apa yang ia berikan. Kualitas pribadi dan kinerjanya tetap tidak diakui dan mengalami penolakan.
           
Dalam bacaan pertama hari ini, mengisahkan peristiwa penolakan yang dialami oleh rasul Paulus di kota Atena. Bermula dari keprihatinan Paulus terhadap cara hidup orang Atena yang tidak sesuai dengan kehendak Allah; Paulus kemudian membangun diskusi publik tentang sebuah kebenaran dari Allah yang melibatkan orang-orang Yahudi dan para pemikir dari golongan Epikuros dan Stoa. Orang-orang tersebut tidak puas dengan penjelasan Paulus. Lalu mereka membawanya ke sidang Areopagus untuk mendengarkan segala klarifikasi dan penjelasan tentang ajaran baru yang terasa sangat asing di telinga mereka. Dari atas Areopagus, Paulus dengan lantang membeberkan fakta kebenaran yang ia yakini seraya mengkritik sikap orang Atena yang melakukan pemujaan dan penyembahan terhadap allah asing yang mereka sendiri tidak kenal. Paulus kemudian memperkenalkan Allah yang ia kenal. Allah yang telah memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang (Kis 17:22) termasuk kepada orang Atena sendiri. Tetapi banyak orang Atena yang mengolok, mengejek dan menolak ajaran dan kehadirannya di kota mereka. Dari sekian banyak orang yang menolak, hanya segelintir orang yang percaya dan mengikuti Paulus. Di antaranya adalah Dionisius dan seorang perempuan yang bernama Damaris (Kis 17:34).
           
Walaupun mengalami penolakan, Paulus tetap teguh hati. Ia tidak merasa kecewa, sakit hati, marah, dan mundur dari karya misionernya. Malahan dengan pengalaman yang tidak enak tersebut, semakin menguatkan dan meneguhkan imannya. Ia meyakini bahwa berjalan dalam nama Allah dan Yesus tentu tidak mudah. Ada banyak konsekuensi yang mengikutinya. Seperti pengalaman penolakan yang telah ia terima. Paulus percaya bahwa roh kebenaran yang dijanjikan oleh Yesus telah menyata dan berkobar-kobar dalam dirinya. Roh kebenaran itulah yang menuntun Paulus untuk membawa orang Atena ke dalam kebenaran. Kebenaran yang menuntun mereka dari kegelapan dosa menuju kepada terang yang membawa keselamatan. Bahwa apa yang selama ini disembah dan dipuja orang Atena adalah sesuatu yang sesat. Allah yang tidak mereka kenal tidak mungkin membawa mereka kepada kebenaran. Kebenaran itu hanya ada pada Allah yang sungguh dikenal dan diyakini. Sang kebenaran itu adalah Allah dan Yesus sendiri. Berkat karya roh kudus Paulus juga memperkenalkan Yesus dan Allah serta menggambarkan hal-bal baru yang akan terjadi seperti hari penghakiman atas dunia. Apa yang dilakukan oleh Paulus telah menegaskan dan menghidupkan kembali kata-kata Yesus sebelum kenaikan-Nya ke sorga bahwa roh kebenaran akan memimpin para murid-Nya ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13).
           
Dalam sabda-Nya kepada para murid dalam Injil hari ini (Yoh 16:12-15), Yesus mengatakan bahwa masih banyak hal yang mesti Ia sampaikan kepada mereka, tetapi para murid-Nya sendiri belum siap untuk menanggungnya (Yoh 16:12). Para murid belum sepenuhnya paham dengan apa yang sudah diwartakan oleh Yesus. Akan tiba saatnya, dimana roh kebenaran itu akan datang dan membuka pikiran mereka sehingga mereka menjadi mengerti dengan semua hal yang telah disampaikan oleh Yesus. Roh kebenaran itu pula yang akan membimbing dan menuntun mereka untuk pergi mewartakan Injil. Walaupun mendapat penolakan, roh kebenaran akan selalu meneguhkan dan menguatkan hati mereka. Roh kebenaran tidak membiarkan mereka berjalan sendiri. Roh kebenaran akan menjadi pendamping setia para murid dalam menjalankan karya misionernya. Para murid tidak perlu takut, karena roh kebenaran akan menyatakan kemuliaan Allah sehingga semakin banyak orang yang percaya dan mengikuti Dia.
           
Pengalaman penolakan yang dialami Paulus pasti akan terus terjadi dan mengulang dalam sejarah hidup manusia. Sebagai seorang murid Tuhan, kita juga sudah, sedang dan akan mengalami peristiwa penolakan itu. Dalam menjalani panggilan sesuai dengan bidang tugas kita masing-masing, ada banyak dinamika penolakan yang kita alami. Terutama ketika kita hendak menyuarakan kebenaran dan keadilan akan sesuatu hal. Pasti tidak sedikit orang yang memusuhi dan menolak kita. Mirisnya, banyak orang baik dan hebat yang suka mencari jalan aman. Mereka tidak mau mendobrak sesuatu yang keliru dan salah. Mungkin demi mengamankan sesuatu agar tidak terlepas begitu saja. Entah itu jabatan, tawaran materi, dan sebagainya. Hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita agar kita tidak perlu takut. Kita harus tetap teguh hati karena roh kebenaran itu akan selalu menjaga, membimbing dan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Kebenaran itu tidak akan pernah kalah. Walau terus ditindas dan ditolak, ia akan tetap berkibar memberi keselamatan hidup kepada kita. Mari kita tetap teguh hati walaupun terus ditolak. Semoga. Tuhan memberkati. ***Atanasius KD Labaona***
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar