Kis 11:19-26
& Yoh 10:22-30
Orang-orang Yahudi tinggal dalam kebimbangan.
Mereka ada pada persimpangan jalan. Mana jalan yang harus mereka pilih. Percaya
bahwa Yesus adalah Mesias atau tidak? Mereka benar-benar bimbang sebab Yesus tidak pernah
memproklamirkan diri-Nya sebagai Mesias, akan tetapi mereka juga tidak bisa
menampik kenyataan bahwa Yesus telah membuat banyak orang takjub. Bahkan banyak
di antaranya menjadi percaya bahwa Yesus itu berasal dari atas dan karenanya
memiliki otoritas ilahi.
Ketika orang-orang Yahudi bertanya kepada-Nya
tentang siapakah Dia sesungguhnya untuk mengakhiri kebimbangan mereka, Yesus tidak memberikan jawaban secara
langsung. Ia menunjuk kepada kata-kata yang pernah diucapkan dan pekerjaan yang
sudah dilakukan-Nya. Yesus mau menyatakan bahwa dengan pengajaran penuh wibawa
dan perbuatan-perbuatan-Nya penuh daya, Ia telah menunjukkan identitas
kemesiasan-Nya itu.
Ke mana saja Yesus pergi, Ia mengajar orang
banyak sambil berbuat baik. Kata-kata-Nya menunjuk kepada diri-Nya: “Aku
berkata kepadamu”. Ini berbeda dengan yang dikatakan para nabi: “Dengarlah
firman Tuhan”. Demikian pula perbuatan-perbuatan yang dilakukan penuh keajaiban
yang menunjuk pada otoritas ilahi yang dimiliki-Nya. Jika Ia adalah seorang manusia
biasa maka tentu Yesus tidak dapat melakukan itu dari dirinya sendiri. Itulah
bukti otentik tentang kemesiasan-Nya.
Namun Yesus tahu bahwa mereka tidak percaya
kepada-Nya. Karena itu, sekalipun Ia menyatakan dengan terus terang tentang
diri-Nya sebagai Mesias toh mereka juga tidak akan pernah percaya. Mereka degil
hati. Dan untuk mempertegas kenyataan tentang orang-orang Yahudi itu, Yesus
berkata kepada mereka: “...kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk
domba-domba-Ku” (Yoh 10:26). Jika mereka adalah domba-domba-Nya maka mereka
pasti mendengarkan suara-Nya. Artinya mereka percaya kepada-Nya dan mengikuti
Dia. Namun mereka bukan domba-domba-Nya. Mereka tidak percaya dan mengikuti
Dia.
Berbeda dengan orang-orang Yahudi, kita adalah
golongan orang yang percaya kepada-Nya dan mengikuti Dia. Kita percaya bahwa
kata-kata-Nya adalah hidup yang kekal dan pekerjaan-pekerjaan yang
dilakukan-Nya membimbing kita kepada hidup yang kekal. Yesus sendiri memberikan
garansi itu: “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti
tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut
mereka dari tangan-Ku” (Yoh 10:28).
Kata-kata-Nya ini sungguh menyejukkan hati dan membangkitkan dalam diri kita harapan akan
kehidupan kekal. Dan inilah kekuatan yang menggerakkan kita untuk senantiasa
mendengarkan Dia dan tidak pernah berhenti mengikuti-Nya.
Dia sendiri pulalah, dalam kuasa Allah,
memberikan jaminan rasa aman kepada kita seperti seorang gembala yang menjaga
dan melindungi keselamatan dombanya. Apabila kenyataan hidup menunjukkan adanya
banyak penderitaan dan kesulitan hidup seperti yang kita alami dewasa ini, itu
tidak membuktikan bahwa jiwa kita kehilangan rasa aman.
Sebaliknya situasi demikian menjadi medan kita
membuktikan keyakinan kita bahwa tidak ada kuasa manapun di dunia ini yang
dapat mengambil hidup kita. Penderitaan dan kesulitan hidup di dunia memberi
nilai pada harapan kita dan membuat kita semakin tekun. Jiwa yang aman dan
damai di tengah situasi penderitaan dan kesulitan hidup menjadi bukti bahwa
harapan itu bukanlah suatu yang kosong, melainkan suatu yang dapat dialami bagi
semua kita yang berharap kepada-Nya.
Berkenaan dengan ini, maka Yesus meminta
kepada kita sebagai domba-domba-Nya agar benar-benar menunjukkan iman dan
kepercayaan kita kepada-Nya dalam segala situasi hidup kita. Setiap perkataan
kita harus menjiwai iman dan kepercayaan kita, demikian pula dengan
perbuatan-perbuatan kita. Itulah cara kita menunjukkan sikap iman yang selalu
mau mendengarkan suara-Nya dan melakukan apa yang dikehendaki-Nya dalam segala
situasi hidup kita.
Baiklah kita meyakinkan diri kita oleh
kebenaran sebagaimana yang dinyatakan Yesus bahwa kata-kata dan perbuatan yang
dilakukan adalah cerminan siapakah diri kita sesungguhnya. Seperti kata-kata
yang diucapkannya dan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya menunjuk kepada
identitas-Nya sebagai Mesias, demikianlah kita oleh kata-kata yang baik,
kata-kata yang memberi hidup, kata-kata yang menghibur dan memberi harapan,
kata-kata yang meneguhkan dan memberi motivasi serta perbuatan-perbuatan baik
yang memancarkan kasih, kita menyatakan identitas kita sebagai domba-domba
kegembalaan Kristus.
Karena itu, sekalipun hidup kita di dunia ini
tidak akan pernah luput dari penderitaan dan kesulitan, akan tetapi sebagai
domba-domba-Nya yang mendengarkan suara-Nya, kita akan selalu dituntun untuk
menyatakan identitas kita secara jelas dalam tutur kata dan perbuatan hidup
kita. Ketaatan dan kesetiaan iman memang mutlak perlu sebagaimana yang
dinasihatkan Barnabas kepada jemaat beriman agar kita boleh bertekun dalam
menantikan kepenuhan anugerah kehidupan kekal yang disiapkan bagi
domba-domba-Nya. ***Apol Wuwur***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar