Minggu, 01 November 2020

KITA SEMUA AKAN DIBANGKITKAN

Yoh 6:37-40

Kemarin (1 November) kita telah merayakan salah satu pesta iman dalam gereja Katolik yakni pesta semua orang kudus. Dalam terminologi Katolik, persekutuan para kudus dikatakan terdiri dari Gereja yang masih berziarah (kita yang masih hidup di dunia), Gereja yang sedang dimurnikan (mereka yang menjalani pemurnian dalam api penyucian untuk menuju sorga), dan Gereja yang berjaya (mereka yang telah berada dalam sorga). Pada hari ini (2 November), kita semua boleh berbahagia karena merayakan hari semua arwah orang beriman. Tak bisa dipungkiri bahwa semua orang beriman yang telah meninggal tetap memiliki ikatan khusus dengan kita semua yang masih hidup di atas dunia ini. Kita semua telah diikat oleh gereja yang satu dan sama. Gereja adalah persekutuan para kudus. Persatuan mereka yang sedang dalam perjalanan dengan para saudara yang sudah beristirahat dalam damai Kristus, sama sekali tidak terputus. Bahkan menurut iman Gereja yang abadi diteguhkan karena saling berbagi harta rohani (LG 49).

 

Dan kita semua sebagai wujud Gereja yang masih berziarah memiliki kewajiban untuk tetap membangun relasi yang intim dengan semua arwah orang beriman. Tidak hanya hari ini secara khusus kita mendoakan mereka. Namun dalam setiap waktu kita tetap berdoa memohon keselamatan agar mereka juga boleh bergabung dengan para kudus yang telah memasuki Gereja jaya. Menurut Pater Alex Jebadu (Penghormatan Kepada Orang Mati: Bukan Berhala), kita memberi penghormatan kepada orang mati bukan hanya untuk mendoakan keselamatan mereka. Kita juga mau meniru atau mewarisi hal-hal baik yang telah ditinggalkan oleh mereka. Dengan demikian, kita semakin mereparasi kualitas hidup iman kita agar dapat beroleh keselamatan di sorga.

 

Sehubungan dengan perayaan iman hari ini, dalam bacaan Injil (Yoh 6:37-40), Yesus mengatakan: “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan dibuang” (Yoh 6:37). Yesus melanjutkan: “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman” (Yoh 6:40). Kita yakin, bahwa semua arwah orang beriman adalah orang-orang yang sungguh-sungguh beriman semasa mereka masih mengembara di atas dunia. Mereka (dan kita) juga berada dalam persekutuan para kudus. Hanya sebagai seorang manusia biasa, mereka juga tidak luput dari kuasa duniawi yang menyesatkan. Ada banyak kali mereka jatuh, bangun dan jatuh lagi dalam kubangan dosa. Ada yang kemudian sungguh-sungguh bertobat sebelum berpulang menuju Bapa. Tetapi ada banyak juga yang belum sempat bertobat.

 

Karena mereka adalah milik kepunyaan Allah, maka mereka masih diberi kesempatan istimewa untuk memurnikan tubuhnya di api penyucian sebelum masuk dalam kerajaan sorga. Sesuai dengan janji Yesus sendiri bahwa Ia tidak akan membuang orang-orang yang datang kepada-Nya. Malahan Ia akan membangkitkan dan memberi kehidupan kekal bagi mereka yang sungguh-sungguh percaya. Tentu semua orang beriman yang telah meninggal tidak dapat berjuang sendiri. Mereka masih membutuhkan dukungan doa dari kita agar mereka tidak dibuang dan ditinggalkan oleh Allah. Melalui doa-doa yang kita panjatkan setiap waktu, Allah melalui Putra-Nya Yesus Kristus akan mengampuni segala dosa mereka. Akan tiba pada saatnya, mereka juga dibangkitkan untuk dapat memperoleh hidup yang kekal bersama Bapa di sorga.

 

Dalam iman kita percaya bahwa oleh karena kebangkitan Yesus, keselamatan itu akan direngkuh dan menjadi milik kita semua yang percaya kepada-Nya. Tanpa kebangkitan Yesus, hidup kita menjadi sia-sia. Tentu tidak ada kebangkitan sesudah kematian. Oleh karena kurban Yesus di salib, kita semua diselamatkan. Dan karena kebangkitan-Nya atas maut, semua kekasih jiwa kita yang telah meninggal akan juga dibangkitkan untuk memperoleh keselamatan kekal. Tidak hanya keselamatan kekal tetapi semua arwah orang beriman akan mendapat kebahagiaan yang paripurna. Kebahagiaan yang paling sempurna untuk bertatap muka secara langsung dengan Sang Pencipta. Dan ini hanya terjadi melalui kematian.

 

Hari ini melalui peringatan semua arwah orang beriman, kita sekalian diundang untuk merefleksikan beberapa hal di bawah ini. Pertama, semua arwah orang beriman pasti mendapat keselamatan berkat dukungan doa yang kita panjatkan. Mereka tidak mungkin berdoa sendiri untuk mendapatkan keselamatan. Karena itu, kita yang mengambil bagian dalam persekutuan orang kudus, semestinya menyadari hakikat panggilan iman untuk terus memberikan dukungan dalam bentuk doa agar mereka juga bisa memperoleh keselamatan. Kedua, kematian adalah sebuah kepastian dalam hidup seorang manusia. Kita senantiasa dibimbing dan dikuatkan untuk tidak takut dengan pengalaman kematian. Justru dengan kematian itulah, kita akan menggapai kebahagiaan yang paling sempurna untuk bertemu dengan Allah. Karena keteguhan iman, kita akan dibangkitkan bersama Yesus yang telah bangkit. Ketiga, untuk dapat memperoleh kebangkitan dan kebahagiaan sorgawi, kita selalu diingatkan untuk terus memperbaiki kualitas hidup dari hari ke hari. Sebagai manusia, pasti kita akan jatuh dan terus jatuh dalam dosa. Jatuh itu pengalaman yang biasa. Akan menjadi luar biasa apabila kita senantiasa bangkit untuk bertobat dan kembali ke jalan kebenaran-Nya.

 

Kunci dari semua hal yang diuraikan di atas adalah percaya kepada Tuhan. Kita menaru sikap percaya bahwa para kekasih hati kita yang telah meninggal akan segera dibangkitkan dan memperoleh hidup yang kekal karena mereka adalah bagian dari para orang kudus yang telah dimurnikan. Kita juga menaru sikap percaya kepada Tuhan dengan memberi garansi akan segala perbuatan baik yang kita lakukan di atas bumi ini. sehingga kelak, kita juga akan dibangkitkan dan memperoleh hidup yang kekal bersama Bapa di dalam sorga. Semoga. ***Atanasius KD Labaona***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar