Yoh 6:37-40
Kemarin (1 November) kita telah merayakan salah satu pesta iman dalam
gereja Katolik yakni pesta semua orang kudus. Dalam terminologi Katolik,
persekutuan para kudus dikatakan terdiri dari Gereja yang masih berziarah (kita
yang masih hidup di dunia), Gereja yang sedang dimurnikan (mereka yang
menjalani pemurnian dalam api penyucian untuk menuju sorga), dan Gereja yang
berjaya (mereka yang telah berada dalam sorga). Pada hari ini (2 November),
kita semua boleh berbahagia karena merayakan hari semua arwah orang beriman.
Tak bisa dipungkiri bahwa semua orang beriman yang telah meninggal tetap
memiliki ikatan khusus dengan kita semua yang masih hidup di atas dunia ini.
Kita semua telah diikat oleh gereja yang satu dan sama. Gereja adalah
persekutuan para kudus. Persatuan mereka yang sedang dalam perjalanan dengan
para saudara yang sudah beristirahat dalam damai Kristus, sama sekali tidak
terputus. Bahkan menurut iman Gereja yang abadi diteguhkan karena saling
berbagi harta rohani (LG 49).
Dan kita semua sebagai wujud Gereja yang masih berziarah memiliki kewajiban
untuk tetap membangun relasi yang intim dengan semua arwah orang beriman. Tidak
hanya hari ini secara khusus kita mendoakan mereka. Namun dalam setiap waktu
kita tetap berdoa memohon keselamatan agar mereka juga boleh bergabung dengan
para kudus yang telah memasuki Gereja jaya. Menurut Pater Alex Jebadu
(Penghormatan Kepada Orang Mati: Bukan Berhala), kita memberi penghormatan
kepada orang mati bukan hanya untuk mendoakan keselamatan mereka. Kita juga mau
meniru atau mewarisi hal-hal baik yang telah ditinggalkan oleh mereka. Dengan
demikian, kita semakin mereparasi kualitas hidup iman kita agar dapat beroleh
keselamatan di sorga.
Sehubungan dengan perayaan iman hari ini, dalam bacaan Injil (Yoh 6:37-40),
Yesus mengatakan: “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku,
dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan dibuang” (Yoh 6:37). Yesus
melanjutkan: “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu setiap orang, yang melihat
Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku
membangkitkannya pada akhir zaman” (Yoh 6:40). Kita yakin, bahwa semua arwah
orang beriman adalah orang-orang yang sungguh-sungguh beriman semasa mereka
masih mengembara di atas dunia. Mereka (dan kita) juga berada dalam persekutuan
para kudus. Hanya sebagai seorang manusia biasa, mereka juga tidak luput dari
kuasa duniawi yang menyesatkan. Ada banyak kali mereka jatuh, bangun dan jatuh
lagi dalam kubangan dosa. Ada yang kemudian sungguh-sungguh bertobat sebelum
berpulang menuju Bapa. Tetapi ada banyak juga yang belum sempat bertobat.
Karena mereka adalah milik kepunyaan Allah, maka mereka masih diberi
kesempatan istimewa untuk memurnikan tubuhnya di api penyucian sebelum masuk
dalam kerajaan sorga. Sesuai dengan janji Yesus sendiri bahwa Ia tidak akan
membuang orang-orang yang datang kepada-Nya. Malahan Ia akan membangkitkan dan
memberi kehidupan kekal bagi mereka yang sungguh-sungguh percaya. Tentu semua
orang beriman yang telah meninggal tidak dapat berjuang sendiri. Mereka masih
membutuhkan dukungan doa dari kita agar mereka tidak dibuang dan ditinggalkan
oleh Allah. Melalui doa-doa yang kita panjatkan setiap waktu, Allah melalui
Putra-Nya Yesus Kristus akan mengampuni segala dosa mereka. Akan tiba pada saatnya,
mereka juga dibangkitkan untuk dapat memperoleh hidup yang kekal bersama Bapa
di sorga.
Dalam iman kita percaya bahwa oleh karena kebangkitan Yesus, keselamatan
itu akan direngkuh dan menjadi milik kita semua yang percaya kepada-Nya. Tanpa
kebangkitan Yesus, hidup kita menjadi sia-sia. Tentu tidak ada kebangkitan
sesudah kematian. Oleh karena kurban Yesus di salib, kita semua diselamatkan.
Dan karena kebangkitan-Nya atas maut, semua kekasih jiwa kita yang telah
meninggal akan juga dibangkitkan untuk memperoleh keselamatan kekal. Tidak
hanya keselamatan kekal tetapi semua arwah orang beriman akan mendapat
kebahagiaan yang paripurna. Kebahagiaan yang paling sempurna untuk bertatap
muka secara langsung dengan Sang Pencipta. Dan ini hanya terjadi melalui
kematian.
Hari ini melalui peringatan semua arwah orang beriman, kita sekalian
diundang untuk merefleksikan beberapa hal di bawah ini. Pertama, semua arwah
orang beriman pasti mendapat keselamatan berkat dukungan doa yang kita
panjatkan. Mereka tidak mungkin berdoa sendiri untuk mendapatkan keselamatan.
Karena itu, kita yang mengambil bagian dalam persekutuan orang kudus,
semestinya menyadari hakikat panggilan iman untuk terus memberikan dukungan
dalam bentuk doa agar mereka juga bisa memperoleh keselamatan. Kedua, kematian
adalah sebuah kepastian dalam hidup seorang manusia. Kita senantiasa dibimbing
dan dikuatkan untuk tidak takut dengan pengalaman kematian. Justru dengan
kematian itulah, kita akan menggapai kebahagiaan yang paling sempurna untuk
bertemu dengan Allah. Karena keteguhan iman, kita akan dibangkitkan bersama
Yesus yang telah bangkit. Ketiga, untuk dapat memperoleh kebangkitan dan
kebahagiaan sorgawi, kita selalu diingatkan untuk terus memperbaiki kualitas
hidup dari hari ke hari. Sebagai manusia, pasti kita akan jatuh dan terus jatuh
dalam dosa. Jatuh itu pengalaman yang biasa. Akan menjadi luar biasa apabila
kita senantiasa bangkit untuk bertobat dan kembali ke jalan kebenaran-Nya.
Kunci dari semua hal yang diuraikan di atas adalah percaya kepada Tuhan.
Kita menaru sikap percaya bahwa para kekasih hati kita yang telah meninggal
akan segera dibangkitkan dan memperoleh hidup yang kekal karena mereka adalah
bagian dari para orang kudus yang telah dimurnikan. Kita juga menaru sikap
percaya kepada Tuhan dengan memberi garansi akan segala perbuatan baik yang
kita lakukan di atas bumi ini. sehingga kelak, kita juga akan dibangkitkan dan
memperoleh hidup yang kekal bersama Bapa di dalam sorga. Semoga. ***Atanasius
KD Labaona***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar