Luk 17:20-25
Dalam menjawabi
pertanyaan orang-orang Farisi tentang datangnya Kerajaan Allah Yesus berkata: “Kerajaan
Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah” (Luk 17:20). Menurut Yesus, Kerajaan
Allah itu bersifat rohani, bukan bersifat fisik dan poitis. Karena itu,
tanda-tanda kehadirannya tidak nyata dalam hal-hal yang lahiriah.
Dalam pembincaan
lebih lanjut, Yesus berkata bahwa Kerajaan Allah itu ada di antara mereka. Artinya, datangnya Kerajaan Allah itu menunjuk pada kenyataan
bahwa Kerajaan Allah itu sudah ada, meskipun kepenuhannya baru akan terjadi
pada kedatangan-Nya kedua. Dan kenyataan itu merujuk pada diri-Nya yang kini berada di tengah-tengah mereka. Hidup
dan karya pelayanan-Nya yang sepenuhnya
diwarnai oleh kasih sesunggunya adalah tanda
kehadiran Kerajaan Allah di dunia ini.
Meskipun nampak dalam
diri seorang pribadi, namun karena
menunjuk kepada Pribadi Rohani, bukan pribadi politis, maka hal hadirnya Kerajaan Allah di dalam diri Yesus
hanya bisa dilihat, dialami dan dirasakan oleh mereka yang terbuka hati bagi
Dia. Kerajaan Allah itu berkenaan dengan perkara hati. Sejauh orang membuka
hati dan memberikan tempat di hatinya bagi Allah maka ia mampu mengalami
hadirnya Kerajaan Allah itu. Takhta Allah adalah hati manusia.
Sejauh yang dapat
diikuti, betapapun penjelasan Yesus tentang hal datangnya Kerajaan Allah dapat
diterima, akan tetapi bila orang-orang
Farisi itu tidak membuka hati mereka, dan hanya bersoal jawab tentangnya, maka mereka tidak akan pernah melihat dan
mengalami hadirnya Kerajaan Allah itu. Dengan cara apapun mereka diyakinkan,
akan tidak berfaedah bila mereka tetap tertutup hatinya bagi kehadiran Allah
dan kejaraan-Nya dalam hati mereka.
Kitab Suci mencatat
bahwa umumnya orang-orang Farisi tidak
percaya bahwa Yesus adalah tanda hadirnya Kerajaan Allah, dan itu dinyatakan
dalam sikap konfrontatif dan penolakan yang
berulang kali ditunjukkan terhadap Yesus. Pertanyaan-pertanyaan yang mereka
ajukan lebih berorientasi menguji dan menjerat Yesus, bukan ungkupan keingintahuan murni untuk
memahami bagaiman Kerejaan Allah itu hadir dan mengungkapkan dirinya dalam diri
Yesus.
Berbeda dengan kita
yang sudah menerima dan mengakui Yesus
sebagai tanda kehadiran Allah dan kerajaan-Nya. Bagi kita Yesus tetaplah
Pribadi Rohani yang meskipun tidak tampak secara kasat mata, namun tetap hadir
dalam hati kita ketika kita selalu memberikan hati kita sebagai tempat yang
layak bagi-Nya.
Roh Allah sendirilah
yang membuat kita benar-benar mengalami bagaimana Kerajaan Allah itu hadir
pertama-tama di dalam hati kita dan kemudian hidup dan berkembang dalam
komunitas kaum beriman tempat kita berada, hidup dan berkarya.
Jika kita mengalami
bahwa hidup kita di tengah komunitas entah di dalam keluarga kita, KBG kita,
tempat kerja kita dan masyarakat kita diwarnai oleh kasih persaudaraan, ada cinta
dan kepedulian yang kuat akan kebenaran dan keadilan, ada rekonsiliasi dan
pengampunan, ada suasana damai sejahtera dan sukacita yang dialami, maka itulah
tanda bahwa kita sedang mengalami situasi Kerejaan Allah dalam hidup kita.
Situasi semacam itu
menjadi tanda kesiapkan kita bagi kedatangan-Nya yang kedua kali yang tidak
disangka-sangka, yang digambarkan Yesus sendiri ”seperti
kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain” (Luk
17:24). Yesus menyadarkan kita bahwa tidak perlu kita berpikir panjang lebar
seperti orang-orang Farisi tentang saat Hari Tuhan, melainkan fokus pada
kenyataan tentang Kerajaan Allah yang sudah ada di antara kita, dan dengan
demikian kita bisa siap bagi kedatangan-Nya bila hal itu terjadi.
Sebaliknya jika kita menutup
hati kita dengan hal-hal lain maka pengalaman rohani akan kehadiran Kerajaan
Allah itu tidak nyata, melainkan jauh dari hidup kita. Dan ini menjadi tanda
buruk bagi kita bahwa kita tidak bisa mempersiapkan diri kita dengan baik bagi
saat Hari Tuhan ketika hal itu terjadi. Bagaimana hadirnya Kerajaan Allah dalam
situasi kita sekarang tidak dapat kita lihat dan kita boleh berharap bahwa kita
siap untuk kedatangan-Nya kedua kali ketika semua orang yang siap siaga dapat
melihat-Nya dengan terang benderang?
Marilah kita membuka
hati kita bagi karya Roh-Nya untuk menghadirkan kembali Kerajaan-Nya di dalam
hati dan hidup kita, membiarkan Ia menerangi mata iman kita untuk melihat
Kerajaan-Nya yang telah hadir sekarang dan dengan demikian kita terpanggil
selalu untuk menyiapkan diri kita bagi kepenuhan kedatangan-Nya di akhir zaman
di mana kita semua boleh memandang Dia dengan terang dan mengambil bagian dalam
kepenuhan hidup. ***Apol***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar