Minggu, 15 November 2020

Kerajaan Allah Ada Di Antara Kamu

Luk 17:20-25

Dalam menjawabi pertanyaan orang-orang Farisi tentang datangnya Kerajaan Allah Yesus berkata: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah” (Luk 17:20). Menurut Yesus, Kerajaan Allah itu bersifat rohani, bukan bersifat fisik dan poitis. Karena itu, tanda-tanda kehadirannya tidak nyata dalam hal-hal yang lahiriah.

 

Dalam pembincaan lebih lanjut, Yesus berkata bahwa Kerajaan Allah itu ada di antara  mereka. Artinya, datangnya  Kerajaan Allah itu menunjuk pada kenyataan bahwa Kerajaan Allah itu sudah ada, meskipun kepenuhannya baru akan terjadi pada kedatangan-Nya kedua. Dan kenyataan itu merujuk pada diri-Nya yang  kini berada di tengah-tengah mereka. Hidup dan karya pelayanan-Nya  yang sepenuhnya diwarnai oleh kasih sesunggunya adalah tanda  kehadiran Kerajaan Allah di dunia ini.

 

Meskipun nampak dalam diri  seorang pribadi, namun karena menunjuk kepada Pribadi Rohani, bukan pribadi politis, maka  hal hadirnya Kerajaan Allah di dalam diri Yesus hanya bisa dilihat, dialami dan dirasakan oleh mereka yang terbuka hati bagi Dia. Kerajaan Allah itu berkenaan dengan perkara hati. Sejauh orang membuka hati dan memberikan tempat di hatinya bagi Allah maka ia mampu mengalami hadirnya Kerajaan Allah itu. Takhta Allah adalah hati manusia.

 

Sejauh yang dapat diikuti, betapapun penjelasan Yesus tentang hal datangnya Kerajaan Allah dapat diterima,  akan tetapi bila orang-orang Farisi itu tidak membuka hati mereka, dan hanya bersoal jawab tentangnya,  maka mereka tidak akan pernah melihat dan mengalami hadirnya Kerajaan Allah itu. Dengan cara apapun mereka diyakinkan, akan tidak berfaedah bila mereka tetap tertutup hatinya bagi kehadiran Allah dan kejaraan-Nya dalam hati mereka.

 

Kitab Suci mencatat bahwa umumnya orang-orang Farisi  tidak percaya bahwa Yesus adalah tanda hadirnya Kerajaan Allah, dan itu dinyatakan dalam sikap konfrontatif  dan penolakan yang berulang kali ditunjukkan terhadap Yesus. Pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan lebih berorientasi menguji dan menjerat Yesus,  bukan ungkupan keingintahuan murni untuk memahami bagaiman Kerejaan Allah itu hadir dan mengungkapkan dirinya dalam diri Yesus.

 

Berbeda dengan kita yang sudah menerima dan mengakui Yesus  sebagai tanda kehadiran Allah dan kerajaan-Nya. Bagi kita Yesus tetaplah Pribadi Rohani yang meskipun tidak tampak secara kasat mata, namun tetap hadir dalam hati kita ketika kita selalu memberikan hati kita sebagai tempat yang layak bagi-Nya.

 

Roh Allah sendirilah yang membuat kita benar-benar mengalami bagaimana Kerajaan Allah itu hadir pertama-tama di dalam hati kita dan kemudian hidup dan berkembang dalam komunitas kaum beriman tempat kita berada, hidup dan berkarya.

 

Jika kita mengalami bahwa hidup kita di tengah komunitas entah di dalam keluarga kita, KBG kita, tempat kerja kita dan masyarakat kita diwarnai oleh kasih persaudaraan, ada cinta dan kepedulian yang kuat akan kebenaran dan keadilan, ada rekonsiliasi dan pengampunan, ada suasana damai sejahtera dan sukacita yang dialami, maka itulah tanda bahwa kita sedang mengalami situasi Kerejaan Allah dalam hidup kita.  

 

Situasi semacam itu menjadi tanda kesiapkan kita bagi kedatangan-Nya yang kedua kali yang tidak disangka-sangka, yang digambarkan Yesus sendiri ”seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain” (Luk 17:24). Yesus menyadarkan kita bahwa tidak perlu kita berpikir panjang lebar seperti orang-orang Farisi tentang saat Hari Tuhan, melainkan fokus pada kenyataan tentang Kerajaan Allah yang sudah ada di antara kita, dan dengan demikian kita bisa siap bagi kedatangan-Nya bila hal itu terjadi.

 

Sebaliknya jika kita menutup hati kita dengan hal-hal lain maka pengalaman rohani akan kehadiran Kerajaan Allah itu tidak nyata, melainkan jauh dari hidup kita. Dan ini menjadi tanda buruk bagi kita bahwa kita tidak bisa mempersiapkan diri kita dengan baik bagi saat Hari Tuhan ketika hal itu terjadi. Bagaimana hadirnya Kerajaan Allah dalam situasi kita sekarang tidak dapat kita lihat dan kita boleh berharap bahwa kita siap untuk kedatangan-Nya kedua kali ketika semua orang yang siap siaga dapat melihat-Nya dengan terang benderang?

 

Marilah kita membuka hati kita bagi karya Roh-Nya untuk menghadirkan kembali Kerajaan-Nya di dalam hati dan hidup kita, membiarkan Ia menerangi mata iman kita untuk melihat Kerajaan-Nya yang telah hadir sekarang dan dengan demikian kita terpanggil selalu untuk menyiapkan diri kita bagi kepenuhan kedatangan-Nya di akhir zaman di mana kita semua boleh memandang Dia dengan terang dan mengambil bagian dalam kepenuhan hidup. ***Apol***

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar