Yoh
3 16-21
Epipodius
adalah sebuah Santo pelindung para bujangan, korban pengkianatan, dan korban
penyiksaan. Santo Epipodius bersama rekannya Alexander meninggal tahun 178 dan dihormati sebagai orang suci Keristen.
Santo Epipodius adalah orang asli Lyon Prancis, sedangkan Alexander dikatakan
sebagai orang Firigia, Yunani dan berprofesi sebagai Dokter. Keduanya meninggal
akibat akibat kekejaman pemerintahan Marcus Aurelius.
Mereka
pertama kali dikenalkan oleh St. Eucherius, sekitar tahun 440 dalam homilinya
yang mengatakan Epipodius lahir di Lyon dan Alexander adalah orang Yunani,
berasal dari Frigia. Mereka berdua adalha teman dekat sejak masa kecil
mereka. Epipodius dikatakan seorang
bujang yang dikonfirmasi, yang mengabdikan waktunya untuk karya-karya Kristen.
Semenjak masa penganiayaan di Lyon pada musim panas tahun 177, Epipodius dan Alexander yang telah di kecam sebagai orang Kristen
meninggalkan kota dan tinggal di desa kecil terdekat. Mereka tinggal di sebuah
rumah seorang janda Kristen miskin yang terletak di barat laut bukit Fourviere.
Keduanya dikianati oleh otoritas kekaisaran oleh pelayan. Kemudian keduanya di
penjarakan, disiksa, dan dihukum. Menurut Alban Butler, setelah mengalami
penyiksaan di Rak, Epipodius, yang lebih
muda dari keduanya dipenggal. Alban Butler mengatakan bahwa Alexander, setelah
mengalami pemukulan berkepanjangan dan brutal di dalam penjara dan disalibkan
dan mati segera. Orang Kristen secara pribadi membawa mereka dan menguburkan
mereka di sebuah bukit dekat kota. Tempat itu menjadi terkenal sesudahnya
karena banyak mujizat, yang ditempa disana. Makam itu awalnya diluar tembok kota,
tetapi kemudian tertutup didalamnya. Gregorius dari Tours mengatakan, bahwa
pada abad ke enam, tubuh mereka, diletakkan di bawah tubuh St. Irenius, di
Gereja St. John, yang sekarang disebut St. Irenius di bawah altar, tempat
peninggalan kedua Martir suci ini ditemukan 1410. Epipodius dihormati sebagai
Santo pelindung para bujangan, korban pengkianatan, dan korban penyiksaan ( Wikipedia
)
Injil
hari ini berbicara dalam percakpan Nikodemus, Yesus mengingatkan akan hukum bagi
orang yang tidak percaya kepada Bapa. Apakah bapak suka menghukum ? kan tidak.
Hukum terbesar bagi orang tidak percaya ialah ia tidak berada didalam persekutuan
dengan Bapa yang penuh cinta. Ia
menghukum dirinya sendiri dengan perbuatan-perbuatannya. Tak ada alasan yang
lebih masuk akal daripada nubuat Yesaya “ Oleh karena engkau berharga dimataKu
dan mulia dan aku ingin mengasihi engkau ( Yes 43 :4 ). Dengan mengemukakan alasan
ini, salib Kristus memperoleh dimensi yang berbeda. Ia bukan
tanda kehinaan melainkan kemuliaan, bukan pohon sumber dosa melainkan sumber
keselamatan. Dosa dan kelalaian senantiasa melekat pada setiap manusia. Namun
dosa tidak menyurutkan niat Bapa untuk mencintai. Hanya kita sering tidak menyadari
hal ini dan menolak untuk berbalik dari dosa.
Siapapun yang berbuat jahat, dia membenci terang. Dia tidak datang kepada
terang supaya perbuatan-perbuatan yang jahat itu tidak tampak. Dalam terang
menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatan
dilakukan dalam Allah. Dia percaya akan kasih Allah sehingga anaknya yang
tunggal di karuniakan ke dunia. Kita diundang untuk percaya kepada Allah yang
menjadi terang dan penyelamat dunia. Dengan demikian kita juga tidak berhak
untuk mengambil bagian dalam persekutuan anak-anak Allah.
( Yoh 3 :16 – 21 ) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia
ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang
yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab
Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan
untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa
percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah
berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang
ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab
perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab
barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu,
supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia
datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya
dilakukan dalam Allah." ***JK_Lejab***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar