( Yoh 3 : 1 - 8 )
Santa
Agnes dari Montepulciano dari Italia, pada tahun 1268. Saat itu ia masih
kanak-kanak yakni usia sembilan tahun, ia memohon kepad ibunya untul dapat
tinggal di biara dekat tempat tinggal mereka. Agnes sangat senang hidup bersama
para biarawati. Mereka boleh melewati
masa-masa hidup bersama dengan begitu bahagia. Agnes menyadari meski ia masih
muda, ia dapat mengerti mengapa para biarawati dapat hidup dan berdoa dengan
baik. Karena itu alasannya mereka ingin
hidup bersatu dengan Yesus. Dalam biara Agnes
yang masih Remaja melakukan mati raga dengan keras. Kesucian hidup
segerara menjadi teladan bagi penghuni biara.
Santa
Agnes dalam usianya ke lima belas dimana usia yang masih sangat muda menjadi pemimpin biara. Santa Agnes sering menderita sakit, namun ia sabra bahkan
penyakit yang diderita amat parah. Ia mempersembahkan segala sesuatu kepada
Tuhan. Menjelang akhir hidupnya, para biarawati tahu bahwa keadaannya tidak
akan membaik. Mereka semua merasa sangat
sedih dengan keadaan Agnes. “ Jika
kalian mengasihi aku, tentulah kalian bergembira, Sebaba aku akan segera masuk kedalam kemuliaan
Yesus.” Kata Agnes kepada semua sahabatnya. Agnes wafat tahun 1317 dalam usia
empat puluh Sembilan tahun. Ia dinyatakan kudus tepatnya tanggal 20 April 1726.
Makamnya menjadi tempat siarah dan salah seorang pesiarah adalah Santa Katarina
dari Siena. ( katakombe.org)
Injil
hari ini mengisahkan pertemuan Yesus dan Nikodemus. Nikodemus mempunyai
pengetahuan yang cukup baik sebagai seorang pemimpin Yahudi. Naumun dibalik
pengetahuan yang cemerlang itu tersembunyi tidak kepastian. Karena itu ia
mendatangi Yesus untuk mendapat bimbingan. Guru itu biasanya menjadi murid dan
siap untuk dibimbing kearah pemahaman yang baru yang lebih sempurna. Yesus
memenuhi harapannya dengan menampilkan satu ajaran baru yang menekankan kelahiran
baru oleh air dan roh. Nikodemus tidak dapat lagi mempertahankan pola hidup
iman yang lama. Kehadiran Yesus selaku pembaharu perlu diterima dengan sepenuh
hati.
Kedatipun
mempunyai pengetahuan dan peran sosial yang tinggi, kitapun perlu senantiasa mencari
penyempurnaan penghayatan iman seperti yang dilakukan Nikodemus.
Pertanyaan-pertanyaan seputar iman bukan suatu tanda negative melainkanjustru
memotivasi kita untuk semakin mendalami nilai-nilai iman. Semua ini menghatar
kita kepada pemahaman yang benar tentang kelahiran baru oleh air dan roh.
Babtisan dan pencurahan Roh ke atas diri kita menjadi modal yang kuat untuk
mewartakan keagungan Kristus yang telah wafat dan bangkit kembali. Agnes muda menunjukan
kecintaannya kepada kristus dengan menghibur saudara-saudaranya dalam biara, “ Jika kalian mengasihi aku, tentulah kalian
bergembira, Sebaba aku akan segera masuk
kedalam kemuliaan Yesus.” Pernah kah kalianmempertanyakan iman anda dan mencari
bingbingan ? Semoga bermanfaat
( Yoh 3:1 – 8 ) Adalah seorang Farisi yang bernama
Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami
tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada
seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika
Allah tidak menyertainya." Yesus menjawab,
kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak
dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah
mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?
Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim
ibunya dan dilahirkan lagi?" Jawab
Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan
dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah
daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata
kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi
engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya
dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." ***JK
Lejab***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar