Kamis, 23 April 2020

KAMU HARUS DILAHIRKAN KEMBALI


( Yoh 3 : 1  - 8 )
Santa Agnes dari Montepulciano dari Italia, pada tahun 1268. Saat itu ia masih kanak-kanak yakni usia sembilan tahun, ia memohon kepad ibunya untul dapat tinggal di biara dekat tempat tinggal mereka. Agnes sangat senang hidup bersama para biarawati.  Mereka boleh melewati masa-masa hidup bersama dengan begitu bahagia. Agnes menyadari meski ia masih muda, ia dapat mengerti mengapa para biarawati dapat hidup dan berdoa dengan baik.  Karena itu alasannya mereka ingin hidup bersatu dengan Yesus. Dalam biara Agnes  yang masih Remaja melakukan mati raga dengan keras. Kesucian hidup segerara menjadi teladan bagi penghuni biara.

Santa Agnes dalam usianya ke lima belas dimana usia yang masih sangat  muda menjadi pemimpin biara. Santa Agnes  sering menderita sakit, namun ia sabra bahkan penyakit yang diderita amat parah. Ia mempersembahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Menjelang akhir hidupnya, para biarawati tahu bahwa keadaannya tidak akan membaik.  Mereka semua merasa sangat sedih dengan keadaan Agnes.  “ Jika kalian mengasihi aku, tentulah kalian bergembira,  Sebaba aku akan segera masuk kedalam kemuliaan Yesus.” Kata Agnes kepada semua sahabatnya. Agnes wafat tahun 1317 dalam usia empat puluh Sembilan tahun. Ia dinyatakan kudus tepatnya tanggal 20 April 1726. Makamnya menjadi tempat siarah dan salah seorang pesiarah adalah Santa Katarina dari Siena. ( katakombe.org)

Injil hari ini mengisahkan pertemuan Yesus dan Nikodemus. Nikodemus mempunyai pengetahuan yang cukup baik sebagai seorang pemimpin Yahudi. Naumun dibalik pengetahuan yang cemerlang itu tersembunyi tidak kepastian. Karena itu ia mendatangi Yesus untuk mendapat bimbingan. Guru itu biasanya menjadi murid dan siap untuk dibimbing kearah pemahaman yang baru yang lebih sempurna. Yesus memenuhi harapannya dengan menampilkan satu ajaran baru yang menekankan kelahiran baru oleh air dan roh. Nikodemus tidak dapat lagi mempertahankan pola hidup iman yang lama. Kehadiran Yesus selaku pembaharu perlu diterima dengan sepenuh hati.

Kedatipun mempunyai pengetahuan dan peran sosial yang tinggi,  kitapun perlu senantiasa mencari penyempurnaan penghayatan iman seperti yang dilakukan Nikodemus. Pertanyaan-pertanyaan seputar iman bukan suatu tanda negative melainkanjustru memotivasi kita untuk semakin mendalami nilai-nilai iman. Semua ini menghatar kita kepada pemahaman yang benar tentang kelahiran baru oleh air dan roh. Babtisan dan pencurahan Roh ke atas diri kita menjadi modal yang kuat untuk mewartakan keagungan Kristus yang telah wafat dan bangkit kembali. Agnes muda menunjukan kecintaannya kepada kristus dengan menghibur saudara-saudaranya dalam biara,  “ Jika kalian mengasihi aku, tentulah kalian bergembira,  Sebaba aku akan segera masuk kedalam kemuliaan Yesus.” Pernah kah kalianmempertanyakan iman anda dan mencari bingbingan ? Semoga bermanfaat
( Yoh 3:1 – 8 ) Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.  Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."  Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."  Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?
Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"  Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.  Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.  Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."   ***JK Lejab***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar