Yoh 6 : 35 –
40
Santa
Katarina lahir di kota Siena, Republik Siena sebuah ( Negara makmur di Italia )
pada tanggal, 25 Maret 1347. Santa Katarina adalah seorang Perawan dan Pujangga
Gereja. Dia adalah anak ke 24 dari 25 orang bersaudara ( kembaran ke 23
meninggal sejak lahir). Katarina adalah seorang
“tertiari” Ordo Dominikus ( atau “ hubungan awam “ Ordo Dominikus ).
Sebagai tetiari Katarina tinggal di rumah dan bukan di biara dan dia melakukan
kesederhanaannya. Katarina terkenal karena puasa dan melakukan penahanan diri
yang mungkin sekarang ini lebih dikenal dengan istilah anorexia nervosa. Katarina tidak bersekolah dan tidak pandai
menulis. Keterampilan membaca sangat sedikit dikuasainya. Hal ini sedikit menolongnya
untuk mengikuti doa ofisi di kemudian hari ketika ia masuk biara. Pada saat
berusia enam tahun, Katarina mengalami suatu peristiwa ajaib, yang memberi
tanda surgawi bahwa ia akan dipilih Allah untuk suatu tugas khusus dalam
Gereja. Ia melihat Kristus di atas Gereja Santo
Dominikus yang sedang memberkatinya. Peristiwa ini menyebabkan perubahan
besar dalam hidupnya. Sejak saat itu, ia suka memencilkan diri untuk berdoa.
Ibunya tidak suka melihat kelakuannya, oleh karena itu ia di pekerjakan di dapur
dari pagi hingga malam. Ia tidak memberontak terhadap perlakuan ibunya.
Sebaliknya ia dengan taat dan rajin melakukan apa yang disuruh ibunya.
Dengan
kesabaran yang ia miliki akhirnya membuahkan hasil yang baik. Ia mampu mengatasi kesulitan yang dihadapi
sambil terus berdoa kepada Tuhan. Dan
pada akhirnya orangtua mengijinkan untuk masuk ordo ketiga Santo Doninikus. Di dalam
biara ia tetap melaksanakan doa dan meditasi di samping karya amal dan
kerasulannya. Lama-kelamaan ia diangkat menjadi pemimpin biara karena
kerohanian dan kepribadiannya yang begitu baik. Situasi Gereja saat itu tidak
menampilakan diri secara baik. Peperangan antar Negara dan antar Raja-raja
timbul dimana-mana. Disamping itu Sri Paus di Avigon, Perancis yang sudah
berusia 70 tahun yang menimbulkan percekcokan di kalangan pemimpin-pemimpin
gereja. Dalam suatu penglihatan Kristus menganjurkan kepada Katarina untuk
menyurati Paus, raja-raja dan uskup serta para panglima guna memperbaiki
masyarakat dan Gereja. Paus Gregorius XI memintanya pergi ke Pisa dan Florence
untuk mendamaikan kedua republik itu.
Katarin berhasil menyakinkan Paus untuk pulang ke Roma sebagai kota
abadi dan Pusat Gereja. Semenjak masuk ordo Ketiga Santo Dominikus, Katarina
makin memperkeras puasanya. Banyak kali ia tidak makan, kecuali menerima komuni
suci. Ia dikaruniai Stigma/luka-luka
Tuhan Yesus. Atas permohonannya stigma
itu tidak terlihat oleh orang lain selama hidupnya. Setelah meninggal stigmanya
baru terlihat oleh orang lain di badannya secara jelas. Katarina memiliki
karisma yang begitu besar untuk mempengaruhi banyak orang. Ia berhasil membawa
kembali pendosa ke jalan Tuhan, termasuk mendamaikan raja-raja dengan gereja.
Katarina meninggal dunia pada tanggal 29 April 1380 dalam usia 33 tahun. Gereja
melalui Paus Pius II mengkanonisasikan Katarina pada tahun 1461.
Suratnya dianggap sebagai literature awal Tuscan dan hari peringatannya adalah
setiap tanggal 29 April. Santa Katarina sebagai pelindung Kebakaran, kesakitan
fisik, keguguran. Ia menganggap dirinya hanyalah sebagai alat Tuhan untuk
menegakkan kemuliaan Tuhan. (@Iman_Katolik)
Injil
hari ini mengatakan Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu,
dan barang siapa datang kepadaKu ia tidak akan kubuang. Kalau ada orang yang
datang dan percaya kepada Yesus itu adalah penyelenggara Allah sendiri. Denga
cara yang tidak terduga Allah membuat orang beriman kepada Yesus. Allah bisa menggunakan apa saja sebagai sarana
untuk mengantar orang menemukan hidup kekal di dalam Yesus. Roh Allah akan
berkarya untuk memberitakan karya penyelamatan dari Allah.
Tanggungjawab
ini besar karena iman banyak orang bergantung pada pemberitaan injil itu.
Tanggung jawab ini yang secara konsekwen dijalankan oleh Yesus. Semua itu
terjadi karena Yesus menyadari siapa dirinya dan memegang teguh komitmen
perutusannya. Ia tidak menyimpang dari kehendak Bapa. Kalau kita menerima
perutusan dari Bapa sebagaimana yang disampaikan Yesus, kewajiban kita adalah
mewartakan cinta Allah melalui hidup dan karya kita. Pewartaan itu bisa terjadi lewat
kata-kata langsung, tidak jarang lebih
efektif justru lewat teladan hidup.
Disini
kita ditantang untuk tidak menyimpang dari cinta Allah yang telah dianugerahkan
kepada kita. Hanya denga cara itu kita tetap menjaga kelayakan kita sebagai
utusan Allah. Namun kita perlu menyadari bahwa iman kita kepada Yesus juga
bukan karena usaha kita. Iman juga bukan
sekedar warisan dari orangtua. Iman itu
kita miliki karena penyelenggaraan Allah sendiri. Karena cinta Allah begitu
besar denga cara yang unik kita kahirnya mengimani Yesus sebagai jaminan hidup
kekal, untuk kebangkitan diakhir jaman.
( Yoh 6 :35 – 40 )
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang
kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia
tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah
berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan
datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk
melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus
Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah
mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan
ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya
setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang
kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." *** JK Lejab***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar