Rabu, 10 Juni 2020

BERIKANLAH PULA DENGAN CUMA-CUMA


Mat 10:7-13
Judul tulisan ini dicuplik dari kata-kata Yesus yang selengkapnya berbunyi: “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (ay 10). Inilah wasiat yang diberikan Yesus ketika Ia mengutus para murid-Nya untuk memberitakan Kerajaan Sorga sudah dekat. Apa yang telah diterima dari Tuhan itu tidak dibendung, dikurung atau dikerangkeng dalam diri, melainkan dibagikan atau digunakan untuk kepentingan semua orang, yakni kepada siapa berita Kerajaan Sorga itu diwartakan.

Tuhan memberikan dengan  cuma-cuma mengandung arti bahwa Ia memberikan berdasarkan kemurahan hati-Nya, bukan berdasarkan pertimbangan atas jasa para murid-Nya atau keinginan para murid-Nya. Maka nilai yang sama juga mesti ditampilkan dalam karya perutusan para  murid-Nya. Apa yang diberikan Tuhan itu digunakan secara penuh untuk kepentingan pewartaan. Kemurahan Tuhan ketika memberi dengan cuma-cuma mesti juga dialami secara nyata ketika karya kerasulan itu dijalankan: orang sakit disembuhkan, yang mati dibangkitkan, yang kusta ditahirkan dan kerasukan setan dibebaskan. Dengan pengalaman ini, maka hati orang menjadi terbuka dan terarah kepada penerimaan Injil dan pertobatan.

Agar para murid dapat melaksankan wasiat Yesus itu dengan baik, maka kepada para murid-Nya Yesus juga meminta agar para murid-Nya fokus pada tugas pokok yang diberikan. Jangan ada hal-hal lain yang mengganggu fokus mereka mewartakan Injil. Itulah maskudnya ketika Yesus berkata: “Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya” (ay 9-10).

Dan para murid melakukan seperti yang diperintahkan Yesus kepada mereka. Kisah hidup para rasul membuktikan bahwa wasiat Yesus itu dilaksanakan dengan saksama dan konsekuen. Ke mana saja mereka pergi, mereka mewartakan Injil dengan penuh dedikasi.  Hidup dan karya mereka mencerminkan kemurahan hati Tuhan yang mau menarik semua orang ke dalam persekutuan dengan Dia. Banyak orang ditobatkan dan dipersatukan dengan Kristus.

Barnabas yang dipengingati Gereja sejagad hari ini adalah tipikal murid yang taat, tekun dan setia melaksanakan apa yang diperintahkan Yesus kepadanya. Dikatakan bahwa dia menjual segala miliknya dan uangnya diberikan kepada para rasul di Yerusalem. Ia fokus melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Dan bersama dengan Paulus, ia mendedikasikan hidupnya secara penuh untuk memberikan Injil Tuhan ke segala tempat.

Hal yang sama juga dikehendaki Yesus bagi semua orang yang telah mengambil bagian dalam persekutuan dengan Dia. Semua orang beriman, baik hierarki maupun awam, sesuai tugasnya yang spesifik dipanggil untuk mewartakan Injil. Tuhan telah melengkapi masing-masing kita dengan anugerah yang diberikan dengan cuma-cuma dan anugerah itu juga digunakan secara berdayaguna demi kepentingan pewartaan.

Kita menemukan di sini bahwa prinsip memberi dengan cuma-cuma karena telah menerima dengan cuma-cuma adalah baku dalam kehidupan kita sebagai murid-murid Kristus. Perubahan zaman tidak mengubah prinsip ini. Maka setiap orang Kristiani hanya bisa memenuhi tuntutan hidup kemuridannya apabila ia mengenakan prinsip ini dalam menjalakan tugas dan panggilannya. 

Tantangan kita bersama adalah menghayati wasiat Yesus ini secara konsekuen dalam situasi dunia dewasa ini yang cenderung mencari kompensasi dari setiap tugas dan pelayanan. Segala sesuatu diukur dengan nilai uang. Sakramen bisa saja dijual apabila jiwa kita dikuasai oleh mamon. Ada uang ada pelayanan, tanpa uang tidak ada pelayanan. 

Kita melihat fenomena ini sebagai suatu titik refleksi untuk kembali ke jalan hidup kita sebagai murid Tuhan bahwa kita mesti membangun karya perutusan kita dengan prinsip yang sudah Tuhan Yesus berikan: Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma”. Mengabaikan prinsip ini akan menjerumuskan diri kita kepada hal-hal yang kehadirannya justru mengganggu dan  merusakkan fokus kita untuk memberitakan Kerajaan Allah sudah dekat.

Marilah kita berkarya di jalan panggilan kita masing-masing untuk menyatakan kasih dan kerahiman Tuhan agar semakin banyak orang mengalami kasih dan kerahiman-Nya dan terpanggil untuk bertobat dan memberi diri untuk diselamatkan. Apa yang kita berikan dengan cuma-cuma tidak akan cuma-cuma hasilnya. *** Apol Wuwur***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar