Selasa, 06 Juli 2021

Menghidupi Panggilan Hidup

 

Mat 10:1-7

 

Menjalani panggilan dalam kehidupan adalah sebuah keniscayaan. Entah panggilan hidup dalam wujud sebagai apa dan siapa, di dalamnya manusia memaknai dirinya sebagai makhluk pekerja (homo faber). Manusia juga menjalani panggilan dalam hidupnya sebagai homo socius atau makhluk social. Karena ia menyadari eksistensi hidupnya tidak pernah dipisahkan dari hidup bersama orang lain. Di atas semua itu, menjalani panggilan kehidupan adalah bentuk perwujudan manusia sebagai makhluk Tuhan. Seluruh perjalanan panggilan hidupnya mengekspresikan rasa syukurnya kepada Tuhan. Demikianlah alur utama panggilan manusia sebagai makhluk kodrati yang selalu berkiblat kepada Tuhan, sang entitas adikodratinya.

 

Tuhan Yesus sungguh pernah menjalani panggilan kehidupannya dalam sejarah hidup manusia sebagai seorang utusan Allah. Sebagai utusan Allah, Ia memainkan peran utama sebagai Sang Penyelamat yang membawa kabar gembira bagi umat manusia. Banyak sebutan yang bisa disematkan kepada Yesus, menilik dari sepak terjang-Nya sebagai seorang utusan Allah. Ia disebut sebagai seorang nabi karena tugasnya memberi warta sukacita kepada manusia. Ia juga bisa disebut tabib agung karena menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Dan yang paling penting, Ia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Ia datang untuk membawa kebaikan dan keselamatan bagi hidup manusia.

 

Walaupun dengan kuasa ilahi yang dimilikinya sebagai Anak Allah, Yesus menyadari bahwa Ia bukanlah one man show. Ia bukan pemain tunggal dalam misi penyelamatan dunia. Yesus membutuhkan mitra kerja yang akan membantu-Nya mensukseskan proyek keselamatan yang telah diberikan Sang Bapa kepada-Nya. Dan para rasul adalah mitra kerja-Nya yang selalu ada dan siap untuk membantu. Oleh karena itu, dalam bacaan hari ini, kita mendengar bahwa Yesus memanggil para murid-Nya yang pertama. Dalam kelompok dua belas rasul, mereka akan menjalani panggilan kehidupan yang baru bersama Yesus. Panggilan kehidupan yang mulia demi membawa sebanyak mungkin orang menuju Kerajaan Allah. Tidak hanya dipanggil, para murid juga diberi kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan segala penyakit. Kuasa ilahi ini sebagai sarana untuk memberi kesaksian dan meyakinkan orang-orang untuk percaya kepada Allah.

 

Sama seperti para murid, kita juga telah dipanggil dengan nama masing-masing untuk menjalani panggilan kehidupan dalam tugas dan karya yang beragam. Walaupun berbeda dalam tugas dan pengabdian di tengah dunia, namun satu ciri utama yang menyatukan kita adalah bersatu dalam nama Yesus Kristus. Panggilan kehidupan kita yang terdistribusi dalam berbagai bidang, sebenarnya mengandung misi urgen yang satu dan sama yakni membawa kebaikan dan keselamatan kepada segenap makhluk. Ini selaras dengan cita-cita awal Yesus, ketika memanggil para murid-Nya yang pertama.

 

Kalau kita perhatikan pada masa sekarang ini, ada segelintir orang yang sungguh-sungguh menghayati dan menjalani panggilan kehidupannya. Mereka bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, berkomitmen tinggi, dedikasi yang total, penuh kesetiaan dan jujur. Mereka juga menolak dengan tegas dan tidak mau berkompromi dengan cara-cara sesat yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam perbuatan jahat. Di sisi lain, kita juga menyaksikan bahwa banyak orang Kristen yang belum mampu menjalani panggilan kehidupannya secara baik dan benar. Mereka hanya menjadikan pekerjaan sebagai sarana untuk mendapatkan uang. Tidak lebih dari itu. Karakteristik orang-orang ini sangat gampang untuk terseret ke dalam perbuatan yang sesat dan tidak benar. Perbuatan mereka tentu tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga membawa dampak kerugian bagi banyak orang.

 

Hari ini, kita dipanggil oleh Yesus untuk sungguh-sungguh menghayati dan menjalani panggilan kehidupan di tengah dunia. Memang seorang pekerja patut mendapat upah yang layak. Namun seorang pekerja harus mampu menjalani panggilan kehidupannya dengan menghidupi spirit Yesus dalam dirinya. Spirit Yesus adalah spirit untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, memiliki komitmen yang tangguh, memiliki dedikasi dan semangat pelayanan yang tinggi, memiliki disiplin yang baik, dan memiliki kesetiaan dan kejujuran.

 

Di tengah deraan badai covid-19, kita hadir menjalani panggilan kehidupan yang sejati dengan memberi informasi yang akurat (bukan hoax) dan kata-kata yang meneguhkan dan menguatkan, dan bukan semakin menambah luka atau penyakit bagi para korban. Kita juga tidak gampang memberi vonis atau menaruh sikap curiga terhadap orang lain yang bisa mendatangkan keretakan dalam hubungan persaudaraan. Mari kita menjalani panggilan kehidupan dengan menghidupi spirit Yesus untuk membawa kebaikan bagi semua orang. Amin. ***AKD***

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar