(Yoh 16: 12-15)
Dalam hidup ini,
kita membutuhkan jaminan agar bisa tetap eksis atau bertahan hidup. Kita
membutuhkan jaminan pekerjaan supaya bisa mendapatkan uang untuk memenuhi
pelbagai kebutuhan. Anak-anak membutuhkan jaminan kasih dan perhatian dari
orang tua agar bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik. Orang muda
membutuhkan jaminan kepercayaan dan kesetiaan dalam membangun sebuah hubungan
khusus bersama calon pasangan hidupnya. Suami dan istri juga membutuhkan
jaminan cinta, kesetiaan, dan kepercayaan agar hubungan mereka tetap langgeng
sampai mati. Ada banyak orang juga menjaminkan hidupnya dalam bentuk asuransi.
Misalnya asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan kerja,
asuransi hari tua, asuransi rumah, dan sebagainya. Orang menyadari betul hakikat
dan tujuan dari sebuah jaminan hidup sehingga mereka mau mengikuti segala
persyaratan dan aturan yang ditetapkan.
Di atas semua itu, ternyata Yesus
juga memberi sebuah jaminan hidup kepada kita umat manusia. Di hadapan para
murid-Nya, Yesus memberi jaminan akan datangnya entitas ilahi yakni Roh
Kebenaran. Roh kebenaran ini yang kita kenal dengan Roh Kudus. Roh Kebenaran
akan menggantikan peran Yesus di muka bumi. Tetapi bukan berarti Roh Kebenaran
ini berdiri sendiri dan tidak berasal. Roh kebenaran atau roh kudus itu berasal
dari Allah dan dihembuskan oleh Yesus. Dengan demikian, Roh Kebenaran sebagai
pribadi ketiga memiliki status yang sepadan dengan Allah dan Yesus. Ia memiliki
keterikatan dengan Bapa dan Putera dan selalu bekerja atas nama Mereka (Bapa
dan Putera). “Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku
berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku” (Yoh
16:15).
Rupanya para murid masih berada
dalam kebingungan dan keragu-raguan apakah mereka masih bisa tetap eksis tanpa
kehadiran Yesus. Hal ini bisa dimaklumi karena selama hidup bersama-sama dengan
Yesus, mereka begitu bergantung dan menaru harapan besar pada Yesus. Meskipun
mereka telah belajar dan mendapatkan banyak hal dari Yesus, mereka tetap merasa
kurang dan tidak percaya diri. Yesus memang telah memberikan jaminan akan
kehadiran roh penolong, tetapi para murid-Nya belum sepenuhnya paham. Oleh
karena itu, Yesus tidak mau mengatakan banyak hal. Karena Ia yakin, akan tiba
saatnya para murid akan mengalami pencerahan dan peneguhan secara otomatis.
Pencerahan dan peneguhan yang
diterima oleh para rasul tentu saja berkiblat pada pencurahan Roh Kebenaran
(Roh Kudus) dalam diri para murid. Para rasul akan mendapatkan banyak
pengetahuan, aneka kebijaksanaan, dan keberanian membara yang tidak pernah
dialami sebelumnya. Mengenai eksistensi Roh Kebenaran, Yesus berkata: “Tetapi
apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh
kebenaran” (Yoh 16:13). Roh Kebenaran akan menuntun, membimbing, dan menguatkan
karya kerasulan para murid untuk mewartakan warta keselamatan kepada segenap
umat manusia.
Dalam Katekismus Gereja Katolik
diajarkan: “Aku percaya kepada Roh Kudus berarti aku menyembah-Nya sebagai
Allah yang sama dengan Bapa dan Putra. Hal ini berarti kita percaya bahwa Roh
Kudus memasuki hati kita supaya kita menjadi anak-anak Allah, dapat
mengenal-Nya. Kita semua juga bisa mengubah wajah dunia dengan bantuan Roh
Kudus (KGK art.683-686). Para rasul sudah membuktikan kedasyatan karya Roh
Kebenaran dalam panggilan pemuridan mereka. Mereka mengajar dengan cerdas dan
bertindak dengan bijaksana. Mereka tidak takut akan bahaya yang mengancam
keselamatan nyawa. Malahan mereka semakin berani untuk terus mewartakan kabar
gembira Allah dan melakukan banyak tanda heran. Kerja keras dan total dengan
bantuan Roh Kebenaran ternyata tidak sia-sia. Banyak orang menjadi percaya dan
menyerahkan diri kepada Allah.
Karya Roh Kebenaran tidak hanya
terwujud dalam diri para rasul. Dalam diri kita sebagai orang beriman ternyata
Roh Kebenaran itu sebenarnya ada dan sementara memainkan perannya untuk
menuntun dan membimbing hidup kita ke arah yang lebih baik. Roh Kebenaran
menuntun dan membimbing kita untuk berbicara dan bertindak dengan benar sesuai
dengan firman dan kehendak Allah. Kalau kita masih berbicara dan bertindak
tidak benar maka kita sementara menolak karya roh kebenaran yang ada dalam diri
kita. Seringkali terjadi dalam pengalaman hidup bahwa setelah melakukan
kesalahan atau dosa tertentu, banyak orang merasa menyesal dan berjanji tidak
mengulanginya. Ini merupakan salah satu tanda bahwa Roh Kebenaran itu belum
mati dalam diri kita. Roh Kebenaran masih tetap bekerja dengan baik karena ada
keterbukaan dari manusia untuk menerimanya. Kalau orang tidak merasa salah dan
tidak menyesali perbuatan sesatnya, maka mereka sudah menutup pintu rapat-rapat
akan intervensi Roh Kebenaran, meskipun Roh Kebenaran itu tetap ada dan
senantiasa menawarkan pengaruh ilahi-Nya.
Roh Kebenaran adalah jaminan hidup
dan keselamatan kita. Hidup dalam Roh Kebenaran berarti kita sementara
menggaransikan keselamatan hidup kita kepada Allah. Tidak ada pilihan tentang
kebenaran sejati selain pilihan untuk hidup dan dihidupi oleh Roh Kebenaran.
Sudah saatnya, kita menyadari hakikat dan tujuan dari Roh Kebenaran yang
senantiasa menuntun dan mengarahkan hidup kita kepada Allah. Tidak ada sikap
tawar menawar dan kompromi. Kita harus dengan bebas dan total menyerahkan diri
dalam bimbingan Roh Kebenaran agar hidup kita sungguh-sungguh terarah kepada
Allah melalui kesaksian hidup yang baik. Melalui kata-kata dan perbuatan penuh
kasih, cinta, pengorbanan, kejujuran, dan kesetiaan, sebenarnya kita telah
diberi jaminan oleh Roh Kebenaran untuk menikmati keselamatan kekal di sorga.
Amin. ***Atanasius KD Labaona***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar