Rabu, 12 Mei 2021

Roh Kebenaran Sebagai Jaminan Hidup

 (Yoh 16: 12-15)

Dalam hidup ini, kita membutuhkan jaminan agar bisa tetap eksis atau bertahan hidup. Kita membutuhkan jaminan pekerjaan supaya bisa mendapatkan uang untuk memenuhi pelbagai kebutuhan. Anak-anak membutuhkan jaminan kasih dan perhatian dari orang tua agar bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik. Orang muda membutuhkan jaminan kepercayaan dan kesetiaan dalam membangun sebuah hubungan khusus bersama calon pasangan hidupnya. Suami dan istri juga membutuhkan jaminan cinta, kesetiaan, dan kepercayaan agar hubungan mereka tetap langgeng sampai mati. Ada banyak orang juga menjaminkan hidupnya dalam bentuk asuransi. Misalnya asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan kerja, asuransi hari tua, asuransi rumah, dan sebagainya. Orang menyadari betul hakikat dan tujuan dari sebuah jaminan hidup sehingga mereka mau mengikuti segala persyaratan dan aturan yang ditetapkan.  

 

Di atas semua itu, ternyata Yesus juga memberi sebuah jaminan hidup kepada kita umat manusia. Di hadapan para murid-Nya, Yesus memberi jaminan akan datangnya entitas ilahi yakni Roh Kebenaran. Roh kebenaran ini yang kita kenal dengan Roh Kudus. Roh Kebenaran akan menggantikan peran Yesus di muka bumi. Tetapi bukan berarti Roh Kebenaran ini berdiri sendiri dan tidak berasal. Roh kebenaran atau roh kudus itu berasal dari Allah dan dihembuskan oleh Yesus. Dengan demikian, Roh Kebenaran sebagai pribadi ketiga memiliki status yang sepadan dengan Allah dan Yesus. Ia memiliki keterikatan dengan Bapa dan Putera dan selalu bekerja atas nama Mereka (Bapa dan Putera). “Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku” (Yoh 16:15).

 

Rupanya para murid masih berada dalam kebingungan dan keragu-raguan apakah mereka masih bisa tetap eksis tanpa kehadiran Yesus. Hal ini bisa dimaklumi karena selama hidup bersama-sama dengan Yesus, mereka begitu bergantung dan menaru harapan besar pada Yesus. Meskipun mereka telah belajar dan mendapatkan banyak hal dari Yesus, mereka tetap merasa kurang dan tidak percaya diri. Yesus memang telah memberikan jaminan akan kehadiran roh penolong, tetapi para murid-Nya belum sepenuhnya paham. Oleh karena itu, Yesus tidak mau mengatakan banyak hal. Karena Ia yakin, akan tiba saatnya para murid akan mengalami pencerahan dan peneguhan secara otomatis.

 

Pencerahan dan peneguhan yang diterima oleh para rasul tentu saja berkiblat pada pencurahan Roh Kebenaran (Roh Kudus) dalam diri para murid. Para rasul akan mendapatkan banyak pengetahuan, aneka kebijaksanaan, dan keberanian membara yang tidak pernah dialami sebelumnya. Mengenai eksistensi Roh Kebenaran, Yesus berkata: “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh 16:13). Roh Kebenaran akan menuntun, membimbing, dan menguatkan karya kerasulan para murid untuk mewartakan warta keselamatan kepada segenap umat manusia.

 

Dalam Katekismus Gereja Katolik diajarkan: “Aku percaya kepada Roh Kudus berarti aku menyembah-Nya sebagai Allah yang sama dengan Bapa dan Putra. Hal ini berarti kita percaya bahwa Roh Kudus memasuki hati kita supaya kita menjadi anak-anak Allah, dapat mengenal-Nya. Kita semua juga bisa mengubah wajah dunia dengan bantuan Roh Kudus (KGK art.683-686). Para rasul sudah membuktikan kedasyatan karya Roh Kebenaran dalam panggilan pemuridan mereka. Mereka mengajar dengan cerdas dan bertindak dengan bijaksana. Mereka tidak takut akan bahaya yang mengancam keselamatan nyawa. Malahan mereka semakin berani untuk terus mewartakan kabar gembira Allah dan melakukan banyak tanda heran. Kerja keras dan total dengan bantuan Roh Kebenaran ternyata tidak sia-sia. Banyak orang menjadi percaya dan menyerahkan diri kepada Allah.

 

Karya Roh Kebenaran tidak hanya terwujud dalam diri para rasul. Dalam diri kita sebagai orang beriman ternyata Roh Kebenaran itu sebenarnya ada dan sementara memainkan perannya untuk menuntun dan membimbing hidup kita ke arah yang lebih baik. Roh Kebenaran menuntun dan membimbing kita untuk berbicara dan bertindak dengan benar sesuai dengan firman dan kehendak Allah. Kalau kita masih berbicara dan bertindak tidak benar maka kita sementara menolak karya roh kebenaran yang ada dalam diri kita. Seringkali terjadi dalam pengalaman hidup bahwa setelah melakukan kesalahan atau dosa tertentu, banyak orang merasa menyesal dan berjanji tidak mengulanginya. Ini merupakan salah satu tanda bahwa Roh Kebenaran itu belum mati dalam diri kita. Roh Kebenaran masih tetap bekerja dengan baik karena ada keterbukaan dari manusia untuk menerimanya. Kalau orang tidak merasa salah dan tidak menyesali perbuatan sesatnya, maka mereka sudah menutup pintu rapat-rapat akan intervensi Roh Kebenaran, meskipun Roh Kebenaran itu tetap ada dan senantiasa menawarkan pengaruh ilahi-Nya.

 

Roh Kebenaran adalah jaminan hidup dan keselamatan kita. Hidup dalam Roh Kebenaran berarti kita sementara menggaransikan keselamatan hidup kita kepada Allah. Tidak ada pilihan tentang kebenaran sejati selain pilihan untuk hidup dan dihidupi oleh Roh Kebenaran. Sudah saatnya, kita menyadari hakikat dan tujuan dari Roh Kebenaran yang senantiasa menuntun dan mengarahkan hidup kita kepada Allah. Tidak ada sikap tawar menawar dan kompromi. Kita harus dengan bebas dan total menyerahkan diri dalam bimbingan Roh Kebenaran agar hidup kita sungguh-sungguh terarah kepada Allah melalui kesaksian hidup yang baik. Melalui kata-kata dan perbuatan penuh kasih, cinta, pengorbanan, kejujuran, dan kesetiaan, sebenarnya kita telah diberi jaminan oleh Roh Kebenaran untuk menikmati keselamatan kekal di sorga. Amin. ***Atanasius KD Labaona***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar