Selasa, 09 September 2025

Yesus Menyembuhkan Ibu Mertua Simon Petrus dan orang-orang lain

 

Injil Lukas 4: 38-44. Setelah peristiwa itu orang-orang dengan berbagai macam penyakit mencari-Nya untuk untuk mendapat kesembuhan.  Dihadapan Yesus, setan-setan keluar dari banyak orang sambal berteriak-teriak.  Dengan kehadiran Yesus disatu sisi membawa kebaikan dan kedamaian bagi banyak orang, dilain sisi menyebabkan kemarahan dan keputuasaan bagi si jahat. Ini bukan berarti satu-satunya cara atau tindakan Yesus mengusir setan.  Dalam kisah penyembuhan orang Gerasa, setan yang merasukinya juga meronta dan memohon supaya jangan disiksa. Melihat kehadiran Tuhan Yesus, setan merasa terganggu dan marah karena kehadiran Allah menggangu ketenangannya. Kehadiran Allah membuat suasana ketenangan yang selama ini di dapat membuatnya tidak berkituk dan tidak berdaya.

Dari peristiwa ini kita sendiri juga mengalami dimana kita merasa bahwa perjumpaan dengan Yesus adalah sebuah gangguan. Kita merasa terganggu karena harus menghadiri misa pada hari minggu, waktu dimana kita menikmati liburan. Atau ada kegiatan rohani mendadak yang harus diikuti namun menyita waktu yang sudah direncanakan untuk istirahat. Kita merasa gelisa dan terganggu akan Dia ketika kita sudah dikuasai oleh kecanduan pornografi. Kita merasa terusik dan malu bertemu dengan Dia ketika kita terlibat dalam korupsi, perzinaan, penipuan, dan lain-lain. Kita enggan untuk pergi dan berjumpa dengan Tuhan Yesus, untuk memohon pengampunan. Akhirnya, bukan Tuhan yang harus pergi mendatangi kita ketika kita enggan keluar dari kenyamanan bersama dengan roh jahat.

 

Kenapa kita merasa terganggu ketika Tuhan Yesus datang? Biasanya penyebabnya adalah kekecewaan, kesedihan, kemalasan rohani, keinginan yang tidak teratur, serta nafsu yang tidak terkendali. Semua itu bermuara pada egoisme, diri sendiri. Segala hal ditujukan pada diri sendiri, semua pertimbangan diarahkan pada diri sendiri.

Apa yang dilakukan Yesus hari ini bisa menjadi obat atau penawar dari situasi diatas, situasi yang menggambarkan bahwa kita dikuasai setan. Pertama, kita harus berkomitmen setiap hari untuk menyediakan waktu sejenak guna melihat dan mendengarkan Tuhan Yesus. Ini yang kita sebut berdoa. Yesus melakukannya juga seperti yang dikatakan disini. “Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. “ Kedua, Kita harus berkomitmen setiap hari untuk mengalahkan keegoisan diri kita dengan melakukan hal-hal kecil demi kebaikan orang lain. Ini yang kita sebut mengasihi sesama.  Yesus melakukannya juga karena di sini Ia berkata, “ Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil.

Semoga Bunda Maria Penolong Abadi mendoakan kita selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar