Injil Lukas 4: 38-44. Setelah peristiwa itu orang-orang dengan berbagai
macam penyakit mencari-Nya untuk untuk mendapat kesembuhan. Dihadapan Yesus, setan-setan keluar dari
banyak orang sambal berteriak-teriak.
Dengan kehadiran Yesus disatu sisi membawa kebaikan dan kedamaian bagi
banyak orang, dilain sisi menyebabkan kemarahan dan keputuasaan bagi si jahat.
Ini bukan berarti satu-satunya cara atau tindakan Yesus mengusir setan. Dalam kisah penyembuhan orang Gerasa, setan
yang merasukinya juga meronta dan memohon supaya jangan disiksa. Melihat
kehadiran Tuhan Yesus, setan merasa terganggu dan marah karena kehadiran Allah
menggangu ketenangannya. Kehadiran Allah membuat suasana ketenangan yang selama
ini di dapat membuatnya tidak berkituk dan tidak berdaya.
Dari peristiwa ini kita sendiri juga mengalami dimana kita merasa bahwa
perjumpaan dengan Yesus adalah sebuah gangguan. Kita merasa terganggu karena
harus menghadiri misa pada hari minggu, waktu dimana kita menikmati liburan. Atau
ada kegiatan rohani mendadak yang harus diikuti namun menyita waktu yang sudah
direncanakan untuk istirahat. Kita merasa gelisa dan terganggu akan Dia ketika
kita sudah dikuasai oleh kecanduan pornografi. Kita merasa terusik dan malu
bertemu dengan Dia ketika kita terlibat dalam korupsi, perzinaan, penipuan, dan
lain-lain. Kita enggan untuk pergi dan berjumpa dengan Tuhan Yesus, untuk
memohon pengampunan. Akhirnya, bukan Tuhan yang harus pergi mendatangi kita
ketika kita enggan keluar dari kenyamanan bersama dengan roh jahat.
Kenapa kita merasa terganggu ketika Tuhan Yesus datang? Biasanya
penyebabnya adalah kekecewaan, kesedihan, kemalasan rohani, keinginan yang
tidak teratur, serta nafsu yang tidak terkendali. Semua itu bermuara pada
egoisme, diri sendiri. Segala hal ditujukan pada diri sendiri, semua
pertimbangan diarahkan pada diri sendiri.
Apa yang dilakukan Yesus hari ini bisa menjadi obat atau penawar dari
situasi diatas, situasi yang menggambarkan bahwa kita dikuasai setan. Pertama,
kita harus berkomitmen setiap hari untuk menyediakan waktu sejenak guna melihat
dan mendengarkan Tuhan Yesus. Ini yang kita sebut berdoa. Yesus melakukannya
juga seperti yang dikatakan disini. “Ketika hari siang, Yesus berangkat dan
pergi ke suatu tempat yang sunyi. “ Kedua, Kita harus berkomitmen setiap hari
untuk mengalahkan keegoisan diri kita dengan melakukan hal-hal kecil demi
kebaikan orang lain. Ini yang kita sebut mengasihi sesama. Yesus melakukannya juga karena di sini Ia
berkata, “ Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil.
Semoga Bunda Maria Penolong Abadi mendoakan kita selalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar